Bahasa Indonesia Diskusi, Wawancara, Jurnal dan Laporan
Diskusi, Wawancara, Laporan, dan Jurnal
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian diskusi, wawancara, laporan, dan jurnal.
Menjelaskan tujuan dan ciri-ciri masing-masing kegiatan.
Melakukan diskusi dengan santun dan terarah.
Menyusun pertanyaan wawancara yang baik.
Melakukan wawancara dan mencatat informasi penting.
Menyusun laporan berdasarkan fakta secara sistematis.
Menulis jurnal dengan runtut dan menarik.
Membedakan fakta, pendapat, dan pengalaman dalam berbagai teks.
Menerapkan keterampilan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
A. DISKUSI
1. Pengertian Diskusi
Diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran, pendapat, atau gagasan antara dua orang atau lebih untuk membahas suatu masalah dan mencari solusi atau kesimpulan.
Dalam diskusi, setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Namun, pendapat harus disampaikan dengan sopan, logis, dan menghargai pendapat orang lain.
Contoh topik diskusi
"Bagaimana cara mengurangi sampah plastik di sekolah?"
Peserta diskusi dapat membahas:
penggunaan botol minum sendiri;
mengurangi penggunaan kantong plastik;
menyediakan tempat sampah;
melakukan kegiatan Jumat Bersih;
membuat poster tentang bahaya sampah plastik.
2. Tujuan Diskusi
Diskusi dilakukan untuk:
Memecahkan suatu masalah.
Mendapatkan berbagai pendapat.
Menemukan solusi terbaik.
Menambah wawasan.
Melatih keberanian menyampaikan pendapat.
Melatih kemampuan mendengarkan orang lain.
Mencapai kesepakatan bersama.
3. Unsur-Unsur Diskusi
Sebuah diskusi biasanya memiliki:
Moderator → memimpin jalannya diskusi.
Peserta → mengikuti dan memberikan pendapat.
Narasumber/pemateri → memberikan informasi atau penjelasan jika diperlukan.
Notulis → mencatat jalannya diskusi.
Topik → hal yang dibahas.
Kesimpulan → hasil akhir pembahasan.
4. Langkah-Langkah Melakukan Diskusi
Tahap 1: Menentukan topik
Pilih masalah yang jelas dan dekat dengan kehidupan siswa.
Contoh:
"Bagaimana menciptakan kelas yang bersih dan nyaman?"
Tahap 2: Menentukan tujuan
Misalnya:
Menemukan cara agar seluruh siswa ikut menjaga kebersihan kelas.
Tahap 3: Menyiapkan informasi
Peserta mencari informasi yang berkaitan dengan topik.
Tahap 4: Membagi tugas
Menentukan moderator, peserta, dan notulis.
Tahap 5: Membuka diskusi
Moderator menyampaikan salam, topik, dan aturan diskusi.
Tahap 6: Menyampaikan pendapat
Peserta menyampaikan pendapat secara bergantian.
Contoh:
"Menurut saya, setiap siswa sebaiknya membawa tempat makan sendiri agar sampah plastik berkurang."
Tahap 7: Menanggapi pendapat
Tanggapan harus menggunakan bahasa yang santun.
Contoh:
"Saya setuju dengan pendapat Rani. Selain itu, menurut saya sekolah juga perlu menyediakan tempat sampah yang cukup."
Tahap 8: Menyimpulkan
Notulis atau moderator mencatat hasil pembahasan.
Tahap 9: Menutup diskusi
Moderator menyampaikan kesimpulan dan mengucapkan terima kasih.
5. Etika dalam Diskusi
Saat berdiskusi, kita harus:
✅ Mendengarkan ketika orang lain berbicara.
✅ Tidak memotong pembicaraan.
✅ Menggunakan bahasa yang santun.
✅ Menghargai perbedaan pendapat.
✅ Menyampaikan alasan yang masuk akal.
✅ Tidak memaksakan pendapat.
Hindari:
❌ Mengejek pendapat teman.
❌ Berbicara terlalu keras.
❌ Memotong pembicaraan.
❌ Menganggap pendapat sendiri selalu benar.
B. WAWANCARA
1. Pengertian Wawancara
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk memperoleh informasi tertentu.
Contoh
Seorang siswa ingin mengetahui cara menjaga kebersihan sekolah. Ia mewawancarai petugas kebersihan.
Pewawancara:
"Apa saja kegiatan Bapak setiap pagi?"
Narasumber:
"Saya membersihkan halaman, menyapu koridor, dan memeriksa tempat sampah."
2. Tujuan Wawancara
Wawancara bertujuan untuk:
Memperoleh informasi.
Mendapatkan data secara langsung.
Mengetahui pengalaman seseorang.
Mendapatkan pendapat dari seorang ahli atau narasumber.
Melengkapi bahan laporan.
3. Unsur-Unsur Wawancara
Pewawancara
Orang yang mengajukan pertanyaan.
Narasumber
Orang yang memberikan informasi.
Pertanyaan
Hal yang ditanyakan untuk mendapatkan informasi.
Topik
Hal yang menjadi pokok pembicaraan.
Informasi
Jawaban atau data yang diperoleh.
4. Langkah-Langkah Wawancara
1. Menentukan topik
Contoh:
"Kegiatan menjaga kebersihan lingkungan sekolah."
2. Menentukan narasumber
Pilih orang yang mengetahui topik.
Contoh:
kepala sekolah;
guru;
petugas kebersihan;
ketua kelas.
3. Menyusun pertanyaan
Pertanyaan harus jelas dan sesuai topik.
Contoh:
Apa saja kegiatan menjaga kebersihan sekolah?
Mengapa kebersihan sekolah penting?
Apa kesulitan yang sering dihadapi?
Bagaimana cara mengajak siswa menjaga kebersihan?
4. Menyiapkan alat
Misalnya:
buku catatan;
alat tulis;
alat perekam jika diperbolehkan.
5. Meminta izin
Sampaikan maksud wawancara dengan sopan.
Contoh:
"Selamat pagi, Pak. Saya ingin melakukan wawancara untuk tugas Bahasa Indonesia. Apakah Bapak bersedia menjadi narasumber?"
6. Melakukan wawancara
Ajukan pertanyaan secara teratur dan santun.
7. Mencatat informasi penting
Tidak semua perkataan narasumber harus ditulis. Catat informasi yang berhubungan dengan topik.
8. Mengucapkan terima kasih
Setelah selesai, ucapkan terima kasih kepada narasumber.
5. Jenis Pertanyaan Wawancara
Pertanyaan 5W + 1H sangat membantu dalam wawancara.
| Kata tanya | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Apa | Menanyakan sesuatu | Apa pekerjaan Bapak? |
| Siapa | Menanyakan orang | Siapa yang membantu kegiatan ini? |
| Kapan | Menanyakan waktu | Kapan kegiatan dimulai? |
| Di mana | Menanyakan tempat | Di mana kegiatan dilaksanakan? |
| Mengapa | Menanyakan alasan | Mengapa kegiatan ini dilakukan? |
| Bagaimana | Menanyakan cara/proses | Bagaimana cara melakukannya? |
C. LAPORAN
1. Pengertian Laporan
Laporan adalah tulisan yang berisi informasi mengenai suatu kegiatan, kejadian, atau hasil pengamatan yang disampaikan secara sistematis berdasarkan fakta.
Laporan harus berdasarkan data atau kenyataan, bukan hanya khayalan.
2. Tujuan Laporan
Laporan bertujuan:
Menyampaikan informasi.
Mendokumentasikan suatu kegiatan.
Menyampaikan hasil pengamatan.
Menjadi bahan evaluasi.
Memberikan informasi kepada orang lain.
3. Ciri-Ciri Laporan yang Baik
Laporan yang baik:
berdasarkan fakta;
jelas;
sistematis;
menggunakan bahasa baku;
lengkap;
objektif;
mudah dipahami.
4. Struktur Laporan Kegiatan
Secara sederhana, laporan kegiatan dapat disusun sebagai berikut:
1. Judul
Menunjukkan kegiatan yang dilaporkan.
2. Pendahuluan
Berisi latar belakang dan tujuan kegiatan.
3. Waktu dan tempat
Menjelaskan kapan dan di mana kegiatan berlangsung.
4. Peserta
Menjelaskan siapa saja yang mengikuti kegiatan.
5. Pelaksanaan kegiatan
Menjelaskan proses kegiatan dari awal hingga akhir.
6. Hasil kegiatan
Menjelaskan hasil yang diperoleh.
7. Kesimpulan
Berisi ringkasan hasil kegiatan.
8. Saran
Berisi masukan untuk kegiatan berikutnya jika diperlukan.
5. Contoh Laporan
Laporan Kegiatan Kerja Bakti Sekolah
Pendahuluan
Kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, siswa kelas VI melaksanakan kegiatan kerja bakti untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.
Waktu dan Tempat
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 di lingkungan SD.
Peserta
Kegiatan diikuti oleh siswa kelas VI dan guru pendamping.
Pelaksanaan
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama membersihkan halaman, kelompok kedua membersihkan ruang kelas, dan kelompok ketiga merapikan taman.
Hasil
Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan rapi. Siswa juga menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan.
Kesimpulan
Kerja bakti berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
Saran
Kegiatan menjaga kebersihan sebaiknya dilakukan secara rutin.
D. JURNAL
1. Pengertian Jurnal
Jurnal adalah catatan yang dibuat secara teratur mengenai pengalaman, kegiatan, peristiwa, pemikiran, atau perasaan seseorang.
Untuk siswa kelas 6, jurnal dapat digunakan untuk mencatat pengalaman belajar sehari-hari.
Contoh:
Senin, 10 Agustus 2026
Hari ini saya mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia. Kami belajar melakukan wawancara. Saya mendapat tugas mewawancarai petugas perpustakaan. Awalnya saya merasa gugup, tetapi setelah mengajukan pertanyaan pertama saya menjadi lebih percaya diri. Saya belajar bahwa sebelum melakukan wawancara kita harus menyiapkan pertanyaan terlebih dahulu.
2. Tujuan Menulis Jurnal
Menulis jurnal bermanfaat untuk:
Mencatat pengalaman.
Mengingat peristiwa penting.
Mengungkapkan perasaan.
Melatih kemampuan menulis.
Melakukan refleksi terhadap pengalaman.
Mengetahui perkembangan diri.
3. Ciri-Ciri Jurnal
Jurnal biasanya:
ditulis berdasarkan pengalaman nyata;
mencantumkan waktu atau tanggal;
menggunakan sudut pandang pribadi;
berisi pengalaman, pikiran, atau perasaan;
ditulis secara runtut;
menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
4. Langkah-Langkah Menulis Jurnal
Langkah 1: Tentukan waktu
Tuliskan tanggal atau hari.
Langkah 2: Ingat peristiwa penting
Pilih pengalaman yang ingin dicatat.
Langkah 3: Ceritakan secara runtut
Tuliskan apa yang terjadi dari awal hingga akhir.
Langkah 4: Tuliskan perasaan
Jelaskan perasaan yang muncul.
Contoh:
"Saya merasa senang karena berhasil menyelesaikan tugas."
Langkah 5: Tuliskan pembelajaran
Tuliskan hal yang diperoleh dari pengalaman tersebut.
Contoh:
"Saya belajar bahwa kerja sama membuat pekerjaan menjadi lebih mudah."
E. PERBEDAAN DISKUSI, WAWANCARA, LAPORAN, DAN JURNAL
| Topik | Pengertian | Tujuan utama |
|---|---|---|
| Diskusi | Bertukar pendapat | Mencari solusi/kesepakatan |
| Wawancara | Tanya jawab dengan narasumber | Memperoleh informasi |
| Laporan | Tulisan berdasarkan fakta | Menyampaikan hasil kegiatan/pengamatan |
| Jurnal | Catatan pengalaman atau refleksi | Mencatat dan merefleksikan pengalaman |
Cara mudah mengingat
Diskusi = bertukar pendapat
Wawancara = bertanya untuk mendapatkan informasi
Laporan = melaporkan fakta
Jurnal = mencatat pengalaman dan refleksi
F. RANGKUMAN
Diskusi adalah kegiatan bertukar pendapat untuk membahas masalah dan mencari solusi.
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab dengan narasumber untuk memperoleh informasi.
Laporan adalah tulisan yang menyampaikan informasi berdasarkan fakta secara sistematis.
Jurnal adalah catatan pengalaman, kegiatan, pikiran, atau perasaan yang dibuat secara teratur.
Keempat keterampilan tersebut saling berhubungan. Misalnya, siswa dapat berdiskusi untuk menentukan tema, kemudian melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi, setelah itu menyusun laporan, dan akhirnya menulis jurnal refleksi tentang pengalaman belajar.
Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar Bahasa Indonesia, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, mengolah informasi, dan melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar.
Materi & Soal HOTS: Wawancara & Diskusi
Menguasai Wawancara dan Diskusi
Wawancara dan Diskusi adalah dua keterampilan berbahasa lisan yang sangat penting untuk melatih keberanian, cara berpikir kritis, dan etika berkomunikasi santun di kehidupan sehari-hari.
Materi Wawancara
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara pewawancara (orang yang bertanya) dan narasumber (orang yang memberi informasi/pakar) untuk memperoleh data atau informasi yang akurat.
A. Rumusan Pertanyaan (5W + 1H)
- Apa (What): Menanyakan peristiwa/hal yang terjadi.
- Siapa (Who): Menanyakan tokoh/orang yang terlibat.
- Di mana (Where): Menanyakan tempat kejadian.
- Kapan (When): Menanyakan waktu kejadian.
- Mengapa (Why): Menanyakan sebab atau alasan.
- Bagaimana (How): Menanyakan proses atau cara kerja.
B. Tahapan Wawancara
- Tahap Persiapan: Menentukan topik, memilih narasumber, membuat janji, dan menyusun daftar pertanyaan terbuka.
- Tahap Pelaksanaan: Mengucapkan salam, memperkenalkan diri, mengajukan pertanyaan dengan santun, mencatat/merekam jawaban.
- Tahap Akhir (Laporan): Mengucapkan terima kasih, mengolah catatan menjadi teks Laporan Hasil Wawancara (LHW).
Materi Diskusi
Diskusi adalah tukar pikiran antara dua orang atau lebih untuk membahas suatu masalah guna mencapai kesepakatan atau solusi bersama (mufakat).
A. Peran Perangkat Diskusi
- Moderator (Pemandu): Membuka, mengatur jalannya lalu lintas pembicaraan, menjaga ketertiban, dan menutup diskusi.
- Notulis (Pencatat): Mencatat jalannya diskusi, ide penting, jalannya sanggahan, dan hasil kesimpulan.
- Narasumber/Pemprasaran: Menyajikan materi pokok bahasan.
- Peserta Diskusi: Mengajukan usulan, pendapat, pertanyaan, atau sanggahan yang relevan.
B. Etika Menyampaikan Pendapat & Sanggahan
- Meminta izin terlebih dahulu kepada moderator sebelum berbicara.
- Menggunakan kata-kata yang santun (contoh: "Saya sependapat, namun perlu ditambahkan..." atau "Izin menyampaikan sudut pandang lain...").
- Sanggahan harus disertai alasan yang rasional dan bukti/fakta nyata, bukan alasan pribadi/emosional.
- Tidak memotong pembicaraan orang lain yang sedang berbicara.






Tidak ada komentar