Header Ads

Selamat Datang di Blog BELAJAR BERSAMA PAK NDIN - 3M : 1) Memakai masker, 2) Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, 3). Menjaga Jarak

Bahasa Indonesia : Wawancara








Rangkuman Materi: Wawancara (Bahasa Indonesia Kelas 6)

Halo, anak-anak hebat kelas 6! Hari ini kita akan belajar menjadi seorang detektif informasi melalui kegiatan yang disebut wawancara. Wawancara bukan sekadar mengobrol biasa, melainkan sebuah cara terstruktur untuk menggali informasi penting dari sumber yang terpercaya. Mari kita pelajari lebih dalam!

Apa Itu Wawancara?

Wawancara adalah sebuah kegiatan tanya jawab yang dilakukan secara lisan antara dua pihak atau lebih. Pihak yang bertanya disebut pewawancara, sedangkan pihak yang memberikan jawaban atau informasi disebut narasumber. Wawancara biasanya dilakukan secara tatap muka, namun dengan teknologi saat ini, bisa juga dilakukan melalui telepon atau panggilan video (video call).

Bayangkan gambar dua orang yang sedang duduk berhadapan. Satu orang memegang buku catatan dan pena, sedang bertanya. Orang lainnya sedang berbicara dan menjelaskan sesuatu.

Apa Tujuan Wawancara?

Kita tidak melakukan wawancara tanpa alasan. Tujuan utama dari wawancara adalah untuk menggali dan mendapatkan informasi, data, atau pendapat yang akurat dan mendalam dari orang yang memang ahli atau mengalami langsung kejadian terkait topik yang sedang kita bahas.

Misalnya, jika kamu ingin tahu tentang sejarah desamu, orang yang paling tepat untuk diwawancarai adalah kepala desa atau tokoh masyarakat (sesepuh) di desamu, bukan teman sebayamu.

Langkah-Langkah Melakukan Wawancara

Menjadi pewawancara yang baik membutuhkan persiapan. Berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu lakukan:

1. Tahap Persiapan (Sebelum Wawancara)

Ini adalah tahap krusial agar wawancara berjalan lancar.

  • Menentukan Topik/Tema: Apa yang ingin kamu ketahui? Pastikan topiknya jelas dan spesifik. (Contoh: Cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah).
  • Menentukan Narasumber: Pilih orang yang tepat dan memiliki pengetahuan tentang topik tersebut. (Contoh: Petugas kebersihan sekolah atau Kepala Sekolah).
  • Membuat Janji: Hubungi narasumber untuk meminta waktu kesediaannya. Tentukan hari, tanggal, waktu, dan tempat yang disepakati bersama. Bersikaplah sopan saat membuat janji.
  • Menyusun Daftar Pertanyaan: Buatlah daftar pertanyaan yang baik dengan menggunakan rumus ADiK SiMBa (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana). Pertanyaan harus fokus pada topik dan disusun secara logis.
  • Menyiapkan Alat: Siapkan buku catatan, alat tulis, dan jika perlu, alat perekam suara (pastikan meminta izin narasumber sebelum merekam).

Bayangkan gambar seorang anak berseragam sekolah sedang duduk di meja belajarnya, menulis di buku catatan dengan rapi, seolah sedang menyusun pertanyaan.

2. Tahap Pelaksanaan (Saat Wawancara)

Saat hari H tiba, inilah saatnya beraksi!

  • Datang Tepat Waktu: Tunjukkan kedisiplinan dan rasa hormatmu kepada narasumber.
  • Mengucapkan Salam dan Memperkenalkan Diri: Mulailah dengan ramah dan sopan. Jelaskan kembali maksud dan tujuanmu melakukan wawancara.
  • Mengajukan Pertanyaan: Gunakan bahasa Indonesia yang baik, sopan, dan jelas. Hindari memotong pembicaraan narasumber. Jadilah pendengar yang baik.
  • Mencatat/Merekam Jawaban: Catatlah poin-poin penting dari jawaban narasumber. Jika merekam, pastikan alatnya berfungsi dengan baik. Jangan sampai kamu sibuk menulis dan mengabaikan narasumber.
  • Berpamitan dan Mengucapkan Terima Kasih: Akhiri wawancara dengan sopan. Sampaikan rasa terima kasih atas waktu dan informasi yang telah diberikan.

Bayangkan gambar seorang siswa (pewawancara) dan seorang guru (narasumber) sedang berbincang dengan hangat di taman sekolah. Siswa tersebut terlihat memperhatikan dengan saksama sambil memegang alat perekam kecil.

3. Tahap Penyusunan Laporan (Setelah Wawancara)

Pekerjaanmu belum selesai setelah berpamitan!

  • Merapikan Catatan: Segera baca dan rapikan catatanmu selagi ingatanmu masih segar.
  • Menyusun Laporan: Buatlah laporan hasil wawancara dengan bahasa yang baku, ringkas, dan jelas. Laporan biasanya berisi: Latar belakang/Tujuan, Topik, Waktu dan Tempat, Nama Narasumber dan Pewawancara, Hasil Wawancara (dalam bentuk narasi atau tanya jawab), dan Kesimpulan.

Latihan Soal Pilihan Ganda

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

  1. 1. Dina ingin melakukan wawancara tentang pentingnya sarapan bagi siswa. Ia menyusun pertanyaan berikut: "Apa menu sarapan Bapak hari ini?" dan "Apakah Bapak suka makan telur?".

    Pertanyaan yang disusun Dina kurang tepat karena...

    A. Pertanyaannya terlalu sulit untuk dijawab.

    B. Pertanyaannya tidak fokus pada tujuan awal wawancara.

    C. Pertanyaannya menggunakan bahasa yang tidak baku.

    D. Pertanyaannya seharusnya diajukan kepada teman sekelasnya.


  1. 2. Perhatikan ilustrasi berikut!

    Budi diutus sekolahnya untuk mewawancarai seorang tokoh inspiratif di kotanya. Saat wawancara berlangsung, tokoh tersebut sedang menjelaskan kisah masa lalunya yang mengharukan. Tiba-tiba, Budi menyela dengan bertanya, "Maaf, Pak, jam berapa sekarang? Saya ada janji main bola."

    Sikap Budi tersebut menunjukkan bahwa ia...

    A. Pewawancara yang kritis karena berani menyela.

    B. Pewawancara yang disiplin karena ingat waktu bermain.

    C. Pewawancara yang tidak sopan dan tidak menghargai narasumber.

    D. Pewawancara yang santai dan bisa mencairkan suasana.


  1. 3. Rina telah selesai melakukan wawancara dengan seorang dokter tentang cara mencegah demam berdarah. Langkah selanjutnya yang paling penting dilakukan Rina agar informasi yang didapatnya berguna dan tidak terlupakan adalah...

    A. Membuang daftar pertanyaannya karena sudah tidak terpakai.

    B. Menceritakan hasil wawancara kepada ibunya sambil lalu.

    C. Segera menyusun catatan hasil wawancaranya menjadi sebuah laporan tertulis.

    D. Meminta tanda tangan dokter tersebut untuk dipamerkan kepada teman-temannya.


  1. 4. Dalam sebuah laporan hasil wawancara, bagian manakah yang paling mencerminkan inti atau pokok-pokok informasi yang berhasil dikumpulkan oleh pewawancara?

    A. Latar belakang wawancara.

    B. Kesimpulan wawancara.

    C. Daftar pertanyaan wawancara.

    D. Hasil wawancara (transkrip atau narasi).


  1. 5. Siti ingin mewawancarai seorang pengerajin batik. Ia menyusun daftar pertanyaan menggunakan prinsip ADiK SiMBa. Jika Siti ingin mengetahui alasan pengerajin tersebut memilih menggunakan bahan alami, kata tanya yang paling tepat digunakan adalah...

    A. Apa

    B. Siapa

    C. Bagaimana

    D. Mengapa


  1. 6. Perhatikan kalimat berikut! "Berdasarkan penjelasan Bapak, dapat ditarik benang merah bahwa kebersihan sungai adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah." Kalimat tersebut paling tepat diucapkan oleh pewawancara pada saat...

    A. Membuka wawancara.

    B. Menutup wawancara sekaligus menyimpulkan.

    C. Memperkenalkan diri kepada narasumber.

    D. Mengajukan pertanyaan pertama.


  1. 7. Tono melakukan wawancara dengan ketua RT tentang kegiatan kerja bakti. Namun, Tono hanya mengandalkan ingatannya dan tidak membawa alat tulis atau perekam. Dampak negatif yang paling mungkin terjadi dari tindakan Tono adalah...

    A. Wawancara akan berlangsung lebih cepat dan efisien.

    B. Ketua RT akan merasa lebih santai saat diwawancarai.

    C. Informasi penting berisiko hilang, salah ingat, atau tidak akurat saat menyusun laporan.

    D. Tono akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi karena dinilai memiliki daya ingat kuat.


  1. 8. Sebuah stasiun televisi menyiarkan wawancara eksklusif dengan seorang atlet peraih medali emas olimpiade. Dalam konteks ini, syarat utama seseorang dapat menjadi narasumber (yaitu atlet tersebut) adalah karena ia memiliki...

    A. Waktu luang yang banyak untuk diwawancarai.

    B. Penampilan yang menarik di depan kamera.

    C. Pengalaman, keahlian, dan informasi langsung terkait topik (olimpiade).

    D. Kemampuan berbicara yang sangat cepat.


  1. 9. Mengapa pertanyaan yang diajukan dalam wawancara sebaiknya disusun terlebih dahulu dan tidak dilakukan secara spontan sepenuhnya?

    A. Agar wawancara cepat selesai.

    B. Agar pewawancara tidak perlu berpikir saat wawancara berlangsung.

    C. Agar wawancara tetap terarah, fokus pada tujuan, dan tidak ada informasi penting yang terlewat.

    D. Agar narasumber merasa tertekan dan memberikan jawaban dengan cepat.


  1. 10. Ketika narasumber memberikan jawaban yang panjang dan sedikit melenceng dari topik, sikap terbaik yang harus dilakukan oleh pewawancara adalah...

    A. Langsung memotong pembicaraannya dan mengulangi pertanyaan dengan suara keras.

    B. Mendengarkan dengan sabar, mencatat poin penting, lalu dengan sopan mengarahkannya kembali ke topik awal saat ada jeda.

    C. Menutup buku catatan dan menunjukkan sikap bosan agar narasumber berhenti bicara.

    D. Membiarkan saja narasumber berbicara terus hingga wawancara selesai, meskipun informasinya tidak relevan.


  1. 11. Perhatikan kutipan wawancara berikut!

    Pewawancara : "..."

    Narasumber : "Bahan utama pembuatan tempe ini adalah kedelai pilihan yang telah difermentasi menggunakan ragi khusus."

    Pertanyaan yang paling tepat untuk melengkapi bagian rumpang di atas adalah...

    A. Bagaimana cara menjual tempe ini?

    B. Mengapa Bapak memilih membuat tempe?

    C. Apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat tempe ini?

    D. Di mana Bapak membeli bahan-bahan tersebut?


  1. 12. Dalam tahapan persiapan wawancara, membuat janji dengan narasumber sangatlah penting. Alasan utamanya adalah untuk...

    A. Mengetahui apakah narasumber bersedia memberikan hadiah kepada pewawancara.

    B. Memastikan narasumber memiliki kesediaan waktu dan tempat agar wawancara tidak mengganggu aktivitasnya.

    C. Menilai apakah narasumber memiliki rumah yang bagus untuk dijadikan tempat wawancara.

    D. Memberikan daftar pertanyaan agar narasumber bisa menghafal jawabannya.


  1. 13. Hasil wawancara dapat disajikan dalam bentuk dialog (tanya jawab) maupun narasi (cerita/paragraf). Keuntungan menyajikan laporan wawancara dalam bentuk narasi adalah...

    A. Membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk membacanya.

    B. Lebih mudah dibaca dan dipahami karena informasi telah dirangkum dan disusun menjadi cerita yang utuh.

    C. Pembaca dapat melihat setiap kata dan celetukan yang diucapkan selama wawancara berlangsung.

    D. Laporan akan terlihat lebih panjang dan tebal.


  1. 14. Ciri-ciri pertanyaan wawancara yang baik adalah pertanyaan yang tidak bersifat leading (mengarahkan pada jawaban tertentu). Contoh pertanyaan yang salah (bersifat leading) adalah...

    A. "Menurut Ibu, bagaimana perkembangan pendidikan di daerah ini?"

    B. "Faktor apa saja yang menghambat proyek pembangunan ini?"

    C. "Bapak setuju kan, kalau kebijakan ini sangat merugikan masyarakat?"

    D. "Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu buah kerajinan tangan ini?"


  1. 15. Sebelum melakukan wawancara tentang "Dampak Penggunaan Gawai pada Anak", pewawancara membaca berbagai artikel dan buku terkait topik tersebut. Tujuan dari tindakan pewawancara ini adalah...

    A. Untuk membuktikan kepada narasumber bahwa ia pintar.

    B. Membekali diri dengan pengetahuan dasar agar dapat menyusun pertanyaan yang berbobot dan memahami penjelasan narasumber.

    C. Untuk mencari alasan agar tidak perlu melakukan wawancara.

    D. Agar ia bisa berdebat dan menyalahkan pendapat narasumber nantinya.



Kunci Jawaban dan Penjelasan



Media Pembelajaran Interaktif: Wawancara Kelas 6 SD
W

Master Wawancara

Detektif Informasi Kelas 6

Menjadi Detektif Informasi Handal Lewat Wawancara

Pelajari seni mengajukan pertanyaan yang tepat, memilih narasumber kredibel, dan menyusun laporan wawancara yang akurat serta sistematis!

Panduan Pembelajaran Modul ini: Bab ini memuat dasar ilmu wawancara untuk siswa Sekolah Dasar kelas 6. Anda akan menjelajahi konsep utama seperti peran pewawancara dan narasumber, 3 tahapan pelaksanaan (sebelum, saat, sesudah), kaidah formula pertanyaan ADiK SiMBa (5W1H), serta etika kesopanan dalam berkomunikasi secara lisan.
💡

Apa Itu Wawancara?

Definisi & Esensi Kegiatan

Wawancara adalah kegiatan tanya jawab secara lisan antara dua pihak atau lebih untuk menggali dan memperoleh informasi, data, atau pendapat terpercaya dari sumbernya langsung.

Bentuk Pelaksanaan:
  • Tatap Muka Langsung: Bertemu fisik secara serasi.
  • Jarak Jauh: Melalui telepon, panggilan video (video call), atau rekaman audio.
👥

Dua Peran Utama

Pewawancara vs Narasumber

1. Pewawancara

Pihak yang mengajukan pertanyaan, mengarahkan jalannya sesi, serta mencatat/merekam jawaban.

2. Narasumber

Pihak yang memberikan informasi/jawaban. Wajib memiliki keahlian, pengalaman, atau otoritas atas topik.

📌 Syarat Kunci Narasumber: Harus orang yang tepat! (Contoh: Bertanya sejarah desa kepada Kepala Desa/Sesepuh, bukan teman sebaya).

3 Tahap Penting Pelaksanaan Wawancara

Klik setiap tahapan di bawah ini untuk melihat daftar persiapan yang wajib dilakukan.

📝 Checklist Tahap Persiapan (Sebelum Wawancara)

  • Menentukan Topik/Tema: Buat topik yang spesifik (misal: "Cara Menjaga Kebersihan Sekolah").
  • Menentukan Narasumber: Pilih tokoh yang paling menguasai bidangnya (misal: Petugas Kebersihan / Kepala Sekolah).
  • Membuat Janji: Menghubungi narasumber dengan sopan untuk sepakat hari, jam, dan lokasi.
  • Menyusun Daftar Pertanyaan: Memakai rumus ADiK SiMBa secara sistematis.
  • Menyiapkan Peralatan: Buku catatan, pulpen, dan alat perekam suara (minta izin terlebih dulu).
Rumus Utama Pertanyaan

Menguasai Formula "ADiK SiMBa"

ADiK SiMBa adalah jembatan keledai untuk mengingat 6 kata tanya baku (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana).

A - Apa What

Fungsi: Menanyakan benda, peristiwa, atau topik pokok.

"Apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat kerajinan ini?"

Di - Di mana Where

Fungsi: Menanyakan tempat kejadian atau lokasi aktivitas.

"Di mana Bapak memperoleh bahan baku kedelai kualitas super?"

K - Kapan When

Fungsi: Menanyakan waktu terjadinya peristiwa ( jam, hari, tahun).

"Kapan kegiatan kerja bakti RT ini pertama kali dimulai?"

Si - Siapa Who

Fungsi: Menanyakan orang, pihak, atau pelaku yang terlibat.

"Siapa saja pihak yang ikut mendampingi program ini?"

M - Mengapa Why (Penting)

Fungsi: Menanyakan alasan, sebab, atau latar belakang keputusan.

"Mengapa Bapak memilih bahan alami dibanding pewarna buatan?"

Ba - Bagaimana How (Penting)

Fungsi: Menanyakan cara, proses, atau keadaan/sifat.

"Bagaimana langkah-langkah fermentasi tempe hingga siap dipasarkan?"

Rangkuman & Modul Interaktif Wawancara Bahasa Indonesia Kelas 6 SD

Disusun berdasarkan pedoman Kurikulum Merdeka & Kurikulum 2013 • Dirancang untuk Pembelajaran Efektif

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.