PLBJ Es Selendang Mayang
MATERI PLBJ KELAS 6 SD
ES SELENDANG MAYANG BETAWI
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian Es Selendang Mayang.
- Menjelaskan sejarah dan perkembangan Es Selendang Mayang sebagai kuliner Betawi.
- Mengidentifikasi bahan-bahan yang digunakan.
- Menjelaskan tahapan pembuatan Es Selendang Mayang.
- Menganalisis hubungan bahan, proses, bentuk, warna, dan cita rasa.
- Menjelaskan nilai budaya yang terkandung dalam Es Selendang Mayang.
- Menunjukkan sikap menghargai dan melestarikan kuliner tradisional Betawi.
- Menganalisis cara memperkenalkan Es Selendang Mayang kepada generasi muda.
I. PENGERTIAN ES SELENDANG MAYANG
Es Selendang Mayang adalah salah satu minuman atau kudapan tradisional khas masyarakat Betawi, Jakarta. Sajian ini memiliki tekstur kenyal dan lembut, kemudian disajikan dengan kuah santan, gula merah, dan es sehingga terasa manis, gurih, dan menyegarkan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memasukkan Es Selendang Mayang sebagai salah satu kuliner khas Jakarta.
Keunikan Es Selendang Mayang terdapat pada bagian adonannya yang dibuat dalam bentuk lembaran atau lapisan berwarna. Setelah matang dan dingin, adonan dipotong-potong sebelum disajikan.
Secara sederhana, komposisinya dapat digambarkan:
Adonan Selendang Mayang
↓
Dimasak hingga matang
↓
Didinginkan
↓
Dipotong-potong
↓
Ditambah gula merah + santan
↓
Ditambah es
↓
Es Selendang Mayang
II. SEJARAH ES SELENDANG MAYANG
Es Selendang Mayang merupakan bagian dari kekayaan kuliner tradisional Betawi.
Berdasarkan data Warisan Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Selendang Mayang telah dikenal masyarakat sejak sekitar tahun 1940-an. Saat ini keberadaannya disebut mulai langka sehingga pelestariannya menjadi penting.
Pada tahun 2019, Selendang Mayang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Provinsi DKI Jakarta melalui SK Nomor 362/M/2019. Dalam data tersebut, Selendang Mayang tercatat pada domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.
Hubungan dengan cerita rakyat
Nama Selendang Mayang sering dikaitkan dengan cerita rakyat Jampang Mayangsari. Dalam penjelasan warisan budaya, Mayangsari digambarkan sebagai perempuan yang memiliki kecantikan dan rambut hitam panjang.
Ada pula penjelasan bahwa nama tersebut berkaitan dengan bentuk makanan yang menyerupai selendang, yaitu kain panjang yang biasa digunakan dalam budaya masyarakat.
Namun, penting bagi siswa untuk memahami bahwa asal-usul nama Selendang Mayang memiliki beberapa versi penjelasan, sehingga kita tidak boleh menganggap satu cerita sebagai satu-satunya fakta sejarah yang pasti.
III. MENGAPA DISEBUT "SELENDANG MAYANG"?
Nama tersebut mempunyai daya tarik tersendiri.
Adonan Selendang Mayang pada awalnya dibuat dalam loyang dalam bentuk lapisan. Setelah matang, adonan dipotong memanjang dan kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil.
Bentuk dan warna tersebut kemudian diasosiasikan dengan selendang yang indah.
Karena itu, nama "Selendang Mayang" tidak hanya berfungsi sebagai nama makanan, tetapi juga membuat makanan tradisional ini mudah dikenali.
Analisis untuk siswa
Perhatikan hubungan berikut:
Bentuk → warna → nama → identitas budaya
Artinya, suatu makanan tradisional dapat mempunyai identitas bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena:
- bentuknya,
- warna,
- cara penyajian,
- cerita yang menyertainya,
- serta masyarakat yang mewariskannya.
IV. BAHAN-BAHAN ES SELENDANG MAYANG
Berdasarkan data Warisan Budaya Kemendikbud dan kajian Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, bahan yang digunakan antara lain:
A. Bahan adonan
- Tepung sagu aren
- Tepung beras
- Garam
- Daun pandan/suji
- Air
B. Bahan pemanis
- Gula merah
- Air
C. Bahan kuah
- Santan
- Daun pandan
- Garam
D. Bahan pelengkap
- Es batu atau es serut
Catatan penting: Sumber resmi pemerintah juga menjelaskan adanya variasi penyebutan bahan dasar dalam informasi kuliner Jakarta, tetapi resep warisan budaya mencantumkan tepung sagu aren dan tepung beras sebagai bahan utama adonan. Karena itu, dalam pembelajaran PLBJ sebaiknya siswa mengenal resep tradisional tersebut sebagai rujukan utama.
V. FUNGSI MASING-MASING BAHAN
Agar siswa tidak sekadar menghafal bahan, mari memahami fungsinya.
| Bahan | Fungsi |
|---|---|
| Tepung beras | Membentuk struktur adonan |
| Tepung sagu aren | Membantu menghasilkan tekstur kenyal |
| Air | Melarutkan dan menyatukan bahan |
| Garam | Memberikan rasa gurih dan menyeimbangkan rasa |
| Daun pandan/suji | Memberikan aroma dan warna alami |
| Gula merah | Memberikan rasa manis dan warna pada kuah |
| Santan | Memberikan rasa gurih dan tekstur kuah |
| Es batu/es serut | Memberikan sensasi dingin dan menyegarkan |
Berpikir kritis
Jika tepung sagu aren dikurangi terlalu banyak, kemungkinan tekstur Selendang Mayang akan berubah.
Jika gula merah terlalu banyak, rasa dapat menjadi terlalu manis.
Jika santan tidak digunakan, cita rasa khas kuahnya juga akan berubah.
Dengan demikian, setiap bahan memiliki peran tertentu dalam menghasilkan karakter makanan.
VI. CARA MEMBUAT ES SELENDANG MAYANG
Tahap 1 — Menyiapkan bahan
Siapkan tepung sagu aren, tepung beras, garam, pandan/suji, dan air.
Pastikan seluruh bahan bersih dan layak digunakan.
Tahap 2 — Membuat adonan
Tepung sagu aren, tepung beras, garam, pandan/suji, dan air dicampurkan.
Adonan diaduk hingga tepung larut dan tercampur merata.
Tahap 3 — Memasak adonan
Larutan kemudian dimasak.
Selama proses pemanasan, adonan harus terus diaduk sampai mengalami perubahan tekstur menjadi menggumpal dan matang.
Mengapa harus terus diaduk?
Karena pengadukan membantu panas dan bahan tersebar lebih merata serta mencegah adonan menggumpal tidak terkendali atau menempel pada dasar panci.
Tahap 4 — Mendinginkan adonan
Setelah matang, adonan diangkat.
Kemudian adonan dituangkan ke dalam wadah dan dibiarkan sampai dingin.
Tahap 5 — Memotong Selendang Mayang
Setelah dingin dan teksturnya sudah sesuai, adonan dipotong-potong sesuai kebutuhan.
Bentuk potongan menjadi salah satu ciri visual dari sajian ini.
Tahap 6 — Membuat larutan gula merah
Gula merah dan air direbus sampai gula larut.
Hasilnya menjadi pemanis atau sirup gula merah.
Tahap 7 — Membuat kuah santan
Santan dicampur dengan daun pandan dan garam untuk menghasilkan kuah yang gurih dan harum.
Tahap 8 — Penyajian
Potongan Selendang Mayang dimasukkan ke dalam wadah.
Kemudian ditambahkan:
Selendang Mayang + santan + gula merah + es
Penyajian tersebut menghasilkan minuman/kudapan yang manis, gurih, kenyal, dan menyegarkan.
VII. BAGAN PROSES PEMBUATAN
SIAPKAN BAHAN↓Campurkan tepung + air + garam + pandan/suji↓ADUK↓MASAK SAMBIL TERUS DIADUK↓Adonan menggumpal dan matang↓TUANG KE WADAH↓DINGINKAN↓POTONG-POTONG↓Buat kuah santan+Buat larutan gula merah↓PENYAJIAN↓Selendang Mayang+ Santan+ Gula Merah+ Es
VIII. CIRI-CIRI ES SELENDANG MAYANG
Es Selendang Mayang mempunyai beberapa karakteristik:
- Merupakan kuliner khas Betawi/Jakarta.
- Memiliki tekstur kenyal dan lembut.
- Menggunakan bahan tepung sebagai bahan utama adonan.
- Disajikan dengan kuah santan.
- Menggunakan gula merah sebagai pemanis.
- Dapat ditambahkan es batu atau es serut.
- Memiliki tampilan berwarna dan menarik.
- Mempunyai nilai sejarah dan budaya.
- Dapat hadir dalam acara atau kegiatan bernuansa budaya Betawi.
- Saat ini perlu dilestarikan karena keberadaannya mulai jarang ditemukan.
IX. NILAI BUDAYA ES SELENDANG MAYANG
Es Selendang Mayang bukan sekadar makanan.
Di dalamnya terdapat nilai budaya yang dapat dipelajari siswa.
1. Nilai Pelestarian Budaya
Mempelajari dan mengenalkan Es Selendang Mayang membantu generasi muda mengenal budaya Betawi.
Jika anak-anak tidak mengenalnya, makanan tradisional tersebut dapat semakin jarang dikonsumsi dan dibuat.
2. Nilai Identitas Daerah
Kuliner merupakan salah satu identitas budaya suatu daerah.
Sama seperti ondel-ondel, lenong, tanjidor, dan kebaya Betawi, makanan tradisional juga dapat menjadi bagian dari identitas masyarakat Betawi.
3. Nilai Kebersamaan
Selendang Mayang dapat disajikan dalam suasana pesta, pernikahan, takjil, maupun hajatan bernuansa budaya Betawi. Dalam konteks tersebut, makanan dapat menjadi bagian dari interaksi dan kebersamaan masyarakat.
4. Nilai Kreativitas
Pembuatan Selendang Mayang membutuhkan keterampilan dalam:
- mengolah bahan,
- mengatur kekentalan adonan,
- memasak,
- membentuk,
- memotong,
- dan menyajikan.
Artinya, kuliner tradisional juga merupakan bentuk pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
5. Nilai Ekonomi
Kuliner tradisional dapat dikembangkan menjadi produk UMKM.
Contohnya:
- dijual di pasar,
- dijual pada festival budaya,
- dijadikan menu restoran,
- dipasarkan melalui media sosial,
- dibuat dalam kemasan modern.
Pada 2026, Es Selendang Mayang masih hadir dalam kegiatan promosi kuliner Jakarta melalui UMKM binaan Jakpreneur pada Festival Jajanan Jakarta.
Hal ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan kegiatan ekonomi.
X. NILAI PENDIDIKAN YANG DAPAT DIPETIK
Dari Es Selendang Mayang, siswa dapat belajar:
Cinta budaya
Mengenal makanan tradisional daerah sendiri.
Kreativitas
Mengembangkan penyajian tanpa menghilangkan ciri utama.
Gotong royong
Bekerja sama ketika membuat atau memperkenalkan makanan tradisional.
Tanggung jawab
Menjaga kebersihan dan kualitas makanan.
Kewirausahaan
Melihat peluang kuliner tradisional sebagai produk ekonomi.
Kebanggaan terhadap budaya Indonesia
Tidak menganggap makanan tradisional kalah menarik dibandingkan makanan modern.
XI. UPAYA MELESTARIKAN ES SELENDANG MAYANG
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan siswa:
- Mengenal sejarahnya.
- Mencicipi makanan tradisional.
- Mempelajari cara membuatnya.
- Mengenalkan kepada teman.
- Membuat poster atau infografis.
- Membuat video edukasi tentang Selendang Mayang.
- Mengunjungi festival budaya.
- Mendukung pedagang atau UMKM kuliner tradisional.
- Tidak mengejek makanan tradisional.
- Memanfaatkan media sosial untuk mengenalkannya.
Prinsip penting
Modernisasi boleh dilakukan, tetapi identitas utama harus tetap dijaga.
Misalnya, kemasan boleh dibuat modern, tetapi karakter utama Selendang Mayang seperti adonan kenyal, kuah santan, dan gula merah tetap diperkenalkan.
XII. ES SELENDANG MAYANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA
Selendang Mayang secara resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari DKI Jakarta pada 2019.
Hal tersebut penting karena menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga sebagai bagian dari pengetahuan, keterampilan, dan identitas budaya masyarakat.
Pemerintah DKI Jakarta juga mencatat komunitas Slendang Mayang dalam inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Indikasi Asal pada 2024.
XIII. RANGKUMAN
Es Selendang Mayang merupakan kuliner khas Betawi yang telah dikenal sejak sekitar tahun 1940-an.
Ciri utamanya adalah:
- adonan tepung yang kenyal,
- bentuk dan warna yang menarik,
- kuah santan,
- gula merah,
- dan es.
Bahan utama yang tercantum dalam data warisan budaya adalah tepung sagu aren dan tepung beras, disertai bahan lainnya seperti garam, pandan/suji, air, gula merah, santan, dan es.
Selendang Mayang memiliki nilai:
sejarah + identitas budaya + kebersamaan + kreativitas + ekonomi + pelestarian budaya.
XIV. 25 SOAL PILIHAN GANDA HOTS
Petunjuk: Pilihlah jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!
Soal 1
Raka mengatakan bahwa Es Selendang Mayang hanyalah minuman dingin biasa karena bahan pembuatnya dapat ditemukan di pasar. Pendapat tersebut kurang tepat karena ...
A. semua makanan yang menggunakan gula merah pasti merupakan makanan tradisional
B. nilai suatu kuliner tidak hanya ditentukan oleh bahan, tetapi juga sejarah, proses, dan nilai budayanya
C. minuman dingin harus selalu berasal dari Jakarta
D. makanan tradisional tidak boleh menggunakan bahan yang dijual di pasar
Kunci: B
Penjelasan:
Es Selendang Mayang memiliki nilai lebih dari sekadar rasa. Ada sejarah, keterampilan pengolahan, cara penyajian, dan kaitannya dengan identitas budaya Betawi. Bahan yang sederhana tidak berarti nilai budayanya sederhana.
Soal 2
Jika sebuah makanan menggunakan tepung beras, gula merah, santan, dan es, tetapi tidak memiliki sejarah maupun keterkaitan dengan budaya Betawi, kesimpulan yang paling tepat adalah ...
A. makanan tersebut pasti Es Selendang Mayang
B. makanan tersebut pasti bukan makanan Indonesia
C. kesamaan bahan saja belum cukup untuk menentukan identitas suatu kuliner
D. semua makanan dengan santan adalah makanan Betawi
Kunci: C
Penjelasan:
Identitas kuliner ditentukan oleh berbagai unsur, termasuk sejarah, teknik pengolahan, bentuk, penyajian, dan konteks budaya. Kesamaan beberapa bahan tidak otomatis menjadikan suatu makanan sebagai Es Selendang Mayang.
Soal 3
Perhatikan urutan berikut:
- Adonan didinginkan.
- Bahan dicampurkan.
- Adonan dipotong.
- Larutan tepung dimasak sambil diaduk.
Urutan yang paling logis adalah ...
A. 2–4–1–3
B. 4–2–1–3
C. 2–1–4–3
D. 3–1–2–4
Kunci: A
Penjelasan:
Bahan harus dicampurkan terlebih dahulu. Setelah itu larutan dimasak sambil diaduk hingga matang. Adonan kemudian didinginkan sebelum dipotong. Urutan proses menentukan keberhasilan produk.
Soal 4
Seorang siswa memasak larutan tepung tetapi tidak mengaduknya. Setelah beberapa menit, bagian bawah panci mulai menggumpal dan bagian atas masih encer.
Penyebab yang paling mungkin adalah ...
A. gula merah terlalu sedikit
B. es batu belum dimasukkan
C. proses pemanasan dan pencampuran tidak merata
D. santan terlalu banyak
Kunci: C
Penjelasan:
Pada tahap memasak, adonan perlu terus diaduk agar panas dan bahan tersebar lebih merata. Jika tidak, bagian tertentu dapat menggumpal lebih dahulu sementara bagian lain belum matang.
Soal 5
Mengapa adonan Selendang Mayang perlu didinginkan sebelum dipotong?
A. agar gula merah menjadi lebih manis
B. agar adonan memiliki tekstur yang lebih stabil dan mudah dipotong
C. agar santan berubah menjadi kental
D. agar warna adonan menjadi putih
Kunci: B
Penjelasan:
Setelah dimasak, adonan masih panas dan belum mencapai kondisi yang sesuai untuk dipotong. Pendinginan membantu adonan menjadi lebih stabil sehingga dapat dipotong dengan lebih baik.
Soal 6
Jika seorang pembuat mengganti tepung sagu aren seluruhnya dengan tepung yang menghasilkan tekstur sangat cair, perubahan yang paling mungkin terjadi adalah ...
A. tekstur Selendang Mayang tidak lagi sesuai karakter aslinya
B. gula merah menjadi lebih manis
C. santan menjadi lebih gurih
D. es menjadi lebih dingin
Kunci: A
Penjelasan:
Tepung sagu aren berperan dalam membentuk karakter tekstur adonan. Perubahan bahan utama dapat mengubah sifat fisik produk, termasuk kekenyalan.
Soal 7
Seorang siswa ingin membuat Selendang Mayang lebih modern agar disukai teman-temannya. Ia mengusulkan kemasan baru tetapi tetap mempertahankan adonan, santan, dan gula merah.
Penilaian terbaik terhadap ide tersebut adalah ...
A. salah karena makanan tradisional tidak boleh mengalami perubahan sama sekali
B. tepat karena inovasi kemasan dapat dilakukan tanpa menghilangkan identitas utama
C. salah karena semua makanan tradisional harus disajikan tanpa kemasan
D. tepat hanya jika seluruh bahan tradisional diganti
Kunci: B
Penjelasan:
Pelestarian budaya tidak berarti menolak semua inovasi. Kemasan dapat dimodernisasi untuk menarik konsumen, selama karakter penting kuliner tetap diperkenalkan dan dihargai.
Soal 8
Data resmi menyebutkan Selendang Mayang mulai dikenal sekitar tahun 1940-an dan saat ini keberadaannya mulai langka. Tindakan yang paling tepat berdasarkan informasi tersebut adalah ...
A. menggantinya dengan makanan modern
B. membiarkannya karena budaya akan berkembang sendiri
C. melakukan dokumentasi, edukasi, dan promosi kepada generasi muda
D. hanya menyimpannya di museum
Kunci: C
Penjelasan:
Jika sebuah budaya mulai jarang ditemukan, diperlukan upaya aktif. Dokumentasi menjaga pengetahuan, pendidikan mengenalkan kepada generasi muda, sedangkan promosi membantu budaya tetap hidup dalam masyarakat.
Soal 9
Mengapa penetapan Selendang Mayang sebagai Warisan Budaya Takbenda penting?
A. agar hanya orang tertentu yang boleh membuatnya
B. agar makanan tersebut tidak boleh dikembangkan
C. sebagai bentuk pengakuan terhadap nilai budaya dan upaya pelestariannya
D. agar harganya menjadi mahal
Kunci: C
Penjelasan:
Penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda merupakan bentuk pengakuan terhadap nilai budaya yang melekat pada Selendang Mayang dan pentingnya menjaga keberlangsungannya.
Soal 10
Seorang siswa mengatakan, "Kalau Selendang Mayang dijual sebagai produk UMKM, berarti nilai budayanya hilang."
Evaluasi terhadap pendapat tersebut adalah ...
A. benar, karena budaya dan ekonomi tidak dapat berhubungan
B. benar, karena makanan tradisional harus gratis
C. kurang tepat, karena kegiatan ekonomi dapat menjadi sarana pelestarian jika identitas budaya tetap dijaga
D. salah, karena semua produk UMKM otomatis menjadi warisan budaya
Kunci: C
Penjelasan:
Kuliner tradisional dapat menjadi sumber ekonomi sekaligus media pelestarian. Yang penting, pengembangan komersial tidak menghilangkan identitas dan pengetahuan budaya yang melekat pada produk.
Soal 11
Dalam sebuah kegiatan sekolah, siswa diminta membuat proyek pelestarian Selendang Mayang. Proyek yang paling mencerminkan keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah ...
A. menyalin definisi dari buku
B. menghafalkan daftar bahan
C. membuat kampanye digital yang membandingkan cara tradisional dan inovasi penyajiannya
D. menuliskan nama Selendang Mayang sebanyak 20 kali
Kunci: C
Penjelasan:
Membandingkan cara tradisional dengan inovasi dan mengembangkan kampanye membutuhkan analisis, evaluasi, kreativitas, serta penerapan pengetahuan.
Soal 12
Jika siswa hanya menghafal bahan Es Selendang Mayang tanpa memahami fungsi setiap bahan, kelemahan pembelajaran tersebut adalah ...
A. siswa tidak mengenal nama Jakarta
B. siswa belum memahami hubungan antara bahan dan karakter produk
C. siswa terlalu banyak membaca
D. siswa tidak mengetahui harga bahan
Kunci: B
Penjelasan:
Pembelajaran yang mendalam bukan hanya mengetahui "apa", tetapi juga memahami "mengapa". Siswa perlu memahami hubungan bahan dengan tekstur, rasa, aroma, dan kualitas produk.
Soal 13
Perhatikan dua pernyataan berikut.
Pernyataan 1: Selendang Mayang menggunakan tepung sebagai bahan utama adonan.
Pernyataan 2: Selendang Mayang tidak mempunyai nilai budaya karena dapat dibuat menggunakan bahan yang tersedia di pasar.
Hubungan kedua pernyataan tersebut adalah ...
A. keduanya benar
B. pernyataan 1 benar, pernyataan 2 salah
C. pernyataan 1 salah, pernyataan 2 benar
D. keduanya salah
Kunci: B
Penjelasan:
Penggunaan bahan yang tersedia secara umum tidak menghilangkan nilai budaya. Nilai budaya berasal dari sejarah, pengetahuan, keterampilan, dan konteks masyarakat yang mewariskannya.
Soal 14
Sekelompok siswa ingin menjual Selendang Mayang dalam festival sekolah. Agar kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya, strategi terbaik adalah ...
A. mengganti namanya dengan nama makanan modern
B. menjual tanpa menjelaskan asal-usulnya
C. menyediakan produk sambil memberikan informasi mengenai sejarah dan budaya Betawi
D. menggunakan bahan sebanyak mungkin tanpa memperhatikan resep
Kunci: C
Penjelasan:
Festival tidak hanya dapat menjadi tempat menjual makanan, tetapi juga media edukasi. Dengan memberikan informasi sejarah dan budaya, konsumen mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna.
Soal 15
Seorang siswa menemukan resep yang menggunakan tepung beras dan tepung sagu aren, sedangkan temannya hanya menggunakan tepung tapioka. Untuk menentukan resep yang paling sesuai dengan rujukan warisan budaya, siswa sebaiknya ...
A. memilih resep yang gambarnya paling menarik
B. memilih berdasarkan informasi resmi mengenai bahan tradisional
C. memilih resep dengan bahan paling mahal
D. memilih resep yang paling banyak ditemukan di media sosial
Kunci: B
Penjelasan:
Untuk pembelajaran budaya, sumber resmi dan terpercaya lebih tepat dijadikan rujukan. Data Warisan Budaya mencantumkan tepung sagu aren dan tepung beras sebagai bahan adonan.
Soal 16
Mengapa gula merah dan santan menghasilkan perpaduan rasa yang khas pada Es Selendang Mayang?
A. gula merah memberikan rasa manis, sedangkan santan memberikan rasa gurih
B. keduanya hanya berfungsi sebagai pewarna
C. gula merah membuat adonan kenyal dan santan membuat es dingin
D. keduanya hanya digunakan untuk memperpanjang masa simpan
Kunci: A
Penjelasan:
Gula merah berfungsi sebagai pemanis, sedangkan santan memberikan rasa gurih dan karakter kuah. Perpaduan rasa manis dan gurih menjadi salah satu daya tarik sajian ini.
Soal 17
Jika sebuah sekolah ingin mengajarkan Es Selendang Mayang melalui pembelajaran mendalam, kegiatan yang paling tepat adalah ...
A. siswa menghafalkan definisi selama satu jam
B. guru memberikan daftar bahan untuk disalin
C. siswa meneliti sejarah, menganalisis bahan, membuat rancangan pelestarian, lalu mempresentasikan hasilnya
D. siswa hanya melihat gambar Es Selendang Mayang
Kunci: C
Penjelasan:
Kegiatan tersebut menggabungkan investigasi, analisis, penerapan, kreativitas, komunikasi, dan refleksi. Inilah karakter pembelajaran yang lebih mendalam.
Soal 18
Sebuah kelompok membuat Es Selendang Mayang tetapi menghasilkan adonan yang terlalu encer sehingga sulit dipotong. Kesimpulan yang paling tepat adalah ...
A. tahap pendinginan tidak diperlukan
B. perlu dilakukan evaluasi terhadap komposisi bahan dan proses pemasakan
C. gula merah harus dihilangkan
D. es batu harus dimasukkan sebelum adonan matang
Kunci: B
Penjelasan:
Kualitas adonan dipengaruhi oleh komposisi bahan dan proses pemasakan. Jika terlalu encer, siswa perlu mengevaluasi perbandingan bahan serta apakah adonan sudah dimasak hingga mencapai kondisi yang tepat.
Soal 19
Jika masyarakat hanya mengenalkan Es Selendang Mayang sebagai "minuman yang enak", aspek yang berisiko hilang adalah ...
A. nilai sejarah dan identitas budaya
B. rasa manis
C. suhu dingin
D. warna wadah
Kunci: A
Penjelasan:
Jika hanya rasa yang dikenalkan, generasi muda mungkin mengenal produknya tetapi tidak memahami latar belakang budaya, sejarah, dan makna sosialnya.
Soal 20
Manakah kegiatan yang paling menunjukkan sikap menghargai budaya Betawi?
A. mengatakan makanan modern selalu lebih baik
B. menolak mencoba makanan tradisional
C. mempelajari sejarah dan memperkenalkan Selendang Mayang kepada teman
D. mengganti seluruh ciri tradisional agar terlihat asing
Kunci: C
Penjelasan:
Menghargai budaya ditunjukkan dengan mengenal, memahami, dan membantu memperkenalkannya kepada orang lain.
Soal 21
Perhatikan beberapa tindakan berikut:
- Membuat video sejarah Selendang Mayang.
- Menjualnya tanpa mencantumkan informasi budaya.
- Mengadakan praktik membuat Selendang Mayang.
- Membuat poster tentang bahan dan prosesnya.
Kombinasi tindakan yang paling mendukung pelestarian adalah ...
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 1, 3, dan 4
D. hanya 2
Kunci: C
Penjelasan:
Video, praktik, dan poster semuanya berfungsi sebagai media transfer pengetahuan budaya. Penjualan tanpa informasi budaya tidak sekuat ketiga kegiatan tersebut dalam aspek edukasi.
Soal 22
Seorang pengusaha ingin menjual Selendang Mayang dalam kemasan modern. Ia tetap menggunakan bahan utama tradisional, tetapi mengganti wadah menjadi kemasan praktis dan higienis.
Kesimpulan yang paling tepat adalah ...
A. tindakan tersebut selalu merusak budaya
B. inovasi tersebut dapat mendukung pelestarian jika ciri dan identitas kuliner tetap dipertahankan
C. makanan tidak boleh dikemas
D. Selendang Mayang hanya boleh dibuat untuk upacara adat
Kunci: B
Penjelasan:
Kemasan merupakan bagian yang dapat diinovasi untuk menyesuaikan kebutuhan zaman. Selama identitas dan pengetahuan utama tentang Selendang Mayang tetap dipertahankan, inovasi dapat justru membantu keberlanjutan produk.
Soal 23
Mengapa keberadaan pedagang dan UMKM Selendang Mayang dapat membantu pelestarian budaya?
A. karena semakin banyak orang dapat mengenal dan mengonsumsi kuliner tersebut
B. karena semua pedagang pasti mengetahui sejarahnya
C. karena harga makanan tradisional selalu murah
D. karena UMKM tidak memerlukan inovasi
Kunci: A
Penjelasan:
Pedagang dan UMKM membuat kuliner tradisional tetap hadir dalam kehidupan masyarakat. Ketika produk tetap dibuat, dijual, dan dikenal, peluang keberlanjutan budaya menjadi lebih besar.
Soal 24
Sekolah hanya mempunyai dana terbatas untuk program pelestarian budaya. Program manakah yang paling efektif dengan biaya relatif rendah?
A. membangun restoran Betawi besar
B. membuat kampanye media sosial dan pameran edukasi sederhana
C. membeli mesin produksi mahal
D. mendatangkan semua pedagang Betawi dari Jakarta
Kunci: B
Penjelasan:
Media sosial dan pameran sederhana dapat menjadi sarana edukasi dengan biaya relatif rendah. Program tersebut dapat melibatkan kreativitas siswa sekaligus menjangkau banyak orang.
Soal 25
Perhatikan pernyataan berikut.
"Melestarikan Es Selendang Mayang bukan berarti kita harus menolak makanan modern. Kita dapat menggunakan teknologi dan cara pemasaran baru selama identitas budaya tetap dikenalkan."
Kesimpulan paling tepat dari pernyataan tersebut adalah ...
A. budaya tradisional harus selalu dibuat dengan cara yang sama tanpa perubahan
B. makanan modern harus dilarang
C. pelestarian budaya dapat berjalan bersama inovasi selama nilai utama budaya tetap dipertahankan
D. teknologi selalu merusak budaya
Kunci: C
Penjelasan:
Pelestarian budaya bukan berarti membekukan budaya agar tidak berkembang. Justru budaya dapat terus hidup jika mampu beradaptasi dengan zaman. Teknologi, kemasan modern, pemasaran digital, dan kreativitas dapat digunakan sebagai sarana pelestarian selama identitas, sejarah, dan karakter utama Selendang Mayang tetap dihargai.













Tidak ada komentar