Pendidikan Pancasila : Belajar Musyawarah
MATERI: BELAJAR BERMUSYAWARAH
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian musyawarah.
Menjelaskan hubungan musyawarah dengan nilai-nilai Pancasila.
Menyebutkan manfaat musyawarah.
Menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan musyawarah.
Menunjukkan sikap yang baik ketika bermusyawarah.
Mempraktikkan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari.
Mengambil keputusan bersama melalui musyawarah.
Menghargai pendapat orang lain dan melaksanakan keputusan bersama dengan tanggung jawab.
A. MENGENAL MUSYAWARAH
1. Pengertian Musyawarah
Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak.
Dalam musyawarah, setiap orang memiliki kesempatan untuk:
- menyampaikan pendapat;
- mendengarkan pendapat orang lain;
- memberikan alasan yang baik;
- mengajukan saran;
- mempertimbangkan berbagai pilihan;
- menerima keputusan bersama.
Musyawarah tidak bertujuan untuk mencari siapa yang menang atau kalah. Tujuan utama musyawarah adalah mencapai keputusan yang terbaik bagi kepentingan bersama.
Contoh sederhana
Ketika siswa kelas 6 ingin menentukan kegiatan untuk mengisi acara perpisahan, terdapat beberapa usulan:
- membuat pentas seni;
- mengadakan permainan;
- melakukan kegiatan sosial;
- mengadakan makan bersama.
Daripada menentukan kegiatan berdasarkan keinginan satu orang, seluruh siswa dapat melakukan musyawarah untuk menentukan kegiatan yang paling sesuai.
B. MUSYAWARAH DAN SILA KEEMPAT PANCASILA
Musyawarah merupakan salah satu penerapan Sila Keempat Pancasila, yaitu:
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”
Sila keempat mengajarkan kepada kita untuk menyelesaikan persoalan bersama dengan:
- mengutamakan musyawarah;
- menghargai pendapat orang lain;
- tidak memaksakan kehendak;
- mengutamakan kepentingan bersama;
- mengambil keputusan secara bijaksana;
- melaksanakan keputusan yang telah disepakati.
Nilai yang terkandung dalam musyawarah
| Nilai | Contoh Perilaku |
|---|---|
| Kebersamaan | Membicarakan masalah bersama |
| Menghargai pendapat | Mendengarkan teman yang sedang berbicara |
| Demokrasi | Memberikan kesempatan kepada semua orang |
| Tanggung jawab | Melaksanakan keputusan bersama |
| Toleransi | Menghormati pendapat yang berbeda |
| Keadilan | Tidak membeda-bedakan peserta |
| Kebijaksanaan | Memilih keputusan yang paling baik |
C. MANFAAT MUSYAWARAH
Musyawarah memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
1. Menyelesaikan Masalah Bersama
Musyawarah dapat membantu kita menemukan solusi terhadap suatu masalah.
Contoh:
Kelas 6 mengalami masalah karena jadwal piket tidak berjalan dengan baik. Siswa dapat bermusyawarah untuk membuat jadwal piket yang lebih adil.
2. Menghasilkan Keputusan Bersama
Melalui musyawarah, keputusan tidak hanya ditentukan oleh satu orang.
Semua peserta memiliki kesempatan untuk memberikan pendapat sehingga keputusan menjadi keputusan bersama.
3. Menghargai Pendapat Orang Lain
Musyawarah mengajarkan kita untuk mendengarkan dan menghargai pendapat meskipun berbeda dengan pendapat kita.
Contoh:
Andi mengusulkan kegiatan olahraga, sedangkan Budi mengusulkan kegiatan seni. Keduanya harus saling menghargai dan mendengarkan alasan masing-masing.
4. Mempererat Persatuan dan Kerukunan
Musyawarah dapat mengurangi perselisihan karena masalah dibicarakan secara terbuka dan bersama-sama.
Dengan demikian, hubungan antarteman menjadi lebih baik.
5. Melatih Sikap Demokratis
Musyawarah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menyampaikan pendapat.
Hal ini melatih kita menjadi pribadi yang demokratis.
6. Melatih Tanggung Jawab
Keputusan yang telah disepakati bersama harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Misalnya, hasil musyawarah menentukan bahwa setiap siswa harus melaksanakan piket. Maka semua siswa harus melaksanakan tugasnya.
7. Mencegah Sikap Memaksakan Kehendak
Musyawarah mengajarkan kita bahwa keinginan pribadi tidak selalu harus menjadi keputusan bersama.
Kita harus mempertimbangkan kepentingan orang lain.
D. PRINSIP-PRINSIP DALAM MUSYAWARAH
Agar musyawarah dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan.
1. Kesetaraan
Semua peserta musyawarah memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat.
2. Kebebasan Berpendapat
Peserta boleh menyampaikan pendapat dengan cara yang santun dan bertanggung jawab.
3. Menghargai Pendapat
Setiap pendapat harus didengarkan dan dihargai.
4. Tidak Memaksakan Kehendak
Kita tidak boleh memaksa orang lain untuk menerima pendapat kita.
5. Mengutamakan Kepentingan Bersama
Keputusan sebaiknya tidak hanya menguntungkan seseorang atau kelompok tertentu.
6. Mengutamakan Persatuan
Perbedaan pendapat tidak boleh menyebabkan permusuhan.
7. Bertanggung Jawab
Setiap peserta harus bersedia melaksanakan keputusan yang telah disepakati.
E. LANGKAH-LANGKAH DALAM MUSYAWARAH
Musyawarah sebaiknya dilakukan secara teratur agar menghasilkan keputusan yang baik.
Langkah 1 – Menentukan Masalah
Pertama, tentukan masalah atau hal yang akan dibicarakan.
Contoh:
“Bagaimana cara menentukan kegiatan untuk acara kelas?”
Langkah 2 – Menentukan Peserta Musyawarah
Orang-orang yang berkaitan dengan masalah tersebut dapat mengikuti musyawarah.
Contohnya:
ketua kelas;
wakil ketua;
sekretaris;
bendahara;
seluruh anggota kelas.
Langkah 3 – Menentukan Pemimpin Musyawarah
Musyawarah membutuhkan seseorang yang memimpin jalannya kegiatan.
Pemimpin bertugas:
membuka musyawarah;
menjelaskan masalah;
mengatur giliran berbicara;
menjaga agar pembicaraan tetap tertib;
menyimpulkan hasil pembicaraan;
menutup musyawarah.
Langkah 4 – Menjelaskan Masalah
Pemimpin menjelaskan persoalan yang akan dibicarakan.
Contoh:
“Teman-teman, kelas kita akan mengadakan kegiatan akhir semester. Hari ini kita akan menentukan kegiatan yang akan kita lakukan.”
Langkah 5 – Menyampaikan Pendapat
Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.
Ketika berbicara, gunakan bahasa yang sopan.
Contoh:
“Menurut saya, kegiatan yang paling sesuai adalah kerja bakti karena dapat membuat lingkungan sekolah menjadi lebih bersih.”
Langkah 6 – Mendengarkan Pendapat Orang Lain
Ketika teman sedang berbicara, kita harus mendengarkan.
Jangan:
❌ memotong pembicaraan;
❌ mengejek pendapat;
❌ berbicara sendiri;
❌ memaksakan pendapat.
Sebaiknya:
✅ mendengarkan dengan baik;
✅ mencatat hal penting;
✅ memberikan tanggapan dengan sopan.
Langkah 7 – Membahas Setiap Usulan
Setiap usulan dipertimbangkan berdasarkan:
manfaat;
kebutuhan;
kemampuan;
waktu;
biaya;
kepentingan bersama.
Langkah 8 – Mencari Kesepakatan
Peserta berusaha menemukan keputusan yang dapat diterima bersama.
Jika terdapat satu keputusan yang disetujui semua peserta, maka keputusan tersebut dapat ditetapkan sebagai mufakat.
Langkah 9 – Jika Tidak Mencapai Mufakat
Jika kesepakatan belum tercapai setelah pembahasan yang cukup, dalam praktik demokratis dapat dilakukan pemungutan suara sesuai aturan yang telah disepakati.
Pemungutan suara bukan berarti mengabaikan musyawarah. Sebelumnya, setiap pilihan telah dibahas dan dipertimbangkan bersama.
Langkah 10 – Menetapkan Keputusan
Setelah keputusan diperoleh, pemimpin menyampaikan hasil musyawarah.
Contoh:
“Berdasarkan hasil musyawarah, kita sepakat mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah pada hari Jumat.”
Langkah 11 – Melaksanakan Keputusan
Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan bersama.
Jangan hanya ikut bermusyawarah tetapi tidak mau melaksanakan hasilnya.
Langkah 12 – Melakukan Evaluasi
Setelah keputusan dilaksanakan, kita dapat mengevaluasi apakah keputusan tersebut berhasil.
Jika terdapat kekurangan, kita dapat mencari solusi melalui musyawarah berikutnya.
F. SIKAP YANG BAIK SAAT MUSYAWARAH
Saat melakukan musyawarah, kita harus menunjukkan sikap yang sesuai dengan nilai Pancasila.
Sikap yang harus dilakukan
✅ Berbicara dengan sopan.
✅ Mendengarkan orang lain.
✅ Menghargai perbedaan pendapat.
✅ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
✅ Tidak memotong pembicaraan.
✅ Mengutamakan kepentingan bersama.
✅ Bersikap jujur.
✅ Menerima keputusan bersama.
✅ Melaksanakan hasil keputusan dengan tanggung jawab.
Sikap yang harus dihindari
❌ Memaksakan kehendak.
❌ Menghina pendapat orang lain.
❌ Marah ketika pendapat ditolak.
❌ Memotong pembicaraan.
❌ Berbicara kasar.
❌ Meninggalkan musyawarah tanpa alasan.
❌ Tidak melaksanakan keputusan bersama.
G. MEMPRAKTIKKAN MUSYAWARAH
Musyawarah tidak cukup hanya dipelajari. Kita juga harus mempraktikkannya.
Contoh kegiatan praktik
Situasi
Kelas 6 akan mengadakan kegiatan kebersamaan. Terdapat beberapa pilihan:
piknik;
kerja bakti;
pentas seni;
kegiatan sosial.
Pembagian tugas
Ketua musyawarah: memimpin kegiatan.
Sekretaris: mencatat pendapat dan hasil keputusan.
Peserta: menyampaikan pendapat dan memberikan tanggapan.
Contoh jalannya musyawarah
Ketua:
“Teman-teman, hari ini kita akan menentukan kegiatan kebersamaan kelas. Silakan menyampaikan pendapat secara bergantian.”
Siswa 1:
“Saya mengusulkan kerja bakti karena dapat membuat lingkungan sekolah menjadi bersih.”
Siswa 2:
“Saya mengusulkan pentas seni karena kita dapat menunjukkan kreativitas.”
Siswa 3:
“Menurut saya, kegiatan sosial juga baik karena kita dapat membantu orang lain.”
Setelah semua pendapat disampaikan, peserta membahas kelebihan dan kekurangan setiap usulan.
Kemudian peserta mencari keputusan terbaik.
H. CARA MENGAMBIL KEPUTUSAN MELALUI MUSYAWARAH
Mengambil keputusan melalui musyawarah berarti menentukan pilihan setelah mempertimbangkan berbagai pendapat.
Urutannya:
Masalah → Pendapat → Pembahasan → Pertimbangan → Kesepakatan → Keputusan → Pelaksanaan
Contoh
Masalah:
Kelas akan menentukan kegiatan Jumat.
Usulan:
olahraga;
kerja bakti;
membaca bersama.
Pembahasan:
Peserta mempertimbangkan manfaat, waktu, tempat, dan kemampuan siswa.
Kesepakatan:
Peserta sepakat memilih kerja bakti.
Keputusan:
“Kegiatan Jumat kelas 6 adalah kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.”
Pelaksanaan:
Semua siswa melaksanakan tugas sesuai pembagian yang telah disepakati.
I. MUSYAWARAH MUFAKAT
Musyawarah mufakat adalah proses pembahasan bersama untuk mencapai keputusan yang disetujui bersama.
Mufakat bukan berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama sejak awal.
Justru dalam musyawarah, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.
Yang penting adalah bagaimana kita:
menyampaikan pendapat dengan santun;
mendengarkan pendapat orang lain;
mempertimbangkan setiap usulan;
mencari jalan tengah;
mengutamakan kepentingan bersama;
menerima hasil keputusan.
Contoh
Awalnya:
Ani ingin kegiatan olahraga.
Budi ingin kegiatan seni.
Citra ingin kegiatan sosial.
Setelah berdiskusi, mereka sepakat mengadakan kegiatan sosial yang dikemas dengan pentas seni dan permainan.
Inilah contoh mencari solusi bersama melalui musyawarah.
J. JIKA PENDAPAT KITA TIDAK DISETUJUI
Hal yang sangat penting dalam musyawarah adalah menerima keputusan bersama dengan lapang dada.
Misalnya, kamu mengusulkan kegiatan olahraga, tetapi hasil musyawarah memilih kegiatan kerja bakti.
Sikap yang benar adalah:
“Saya menerima keputusan bersama dan akan ikut melaksanakan kerja bakti.”
Bukan:
“Saya tidak setuju, jadi saya tidak mau ikut!”
Sikap menerima keputusan bersama menunjukkan bahwa kita memiliki tanggung jawab, kedewasaan, dan sikap demokratis.
K. CONTOH MUSYAWARAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Musyawarah dapat dilakukan di berbagai lingkungan.
1. Di Rumah
Menentukan tujuan liburan keluarga.
2. Di Sekolah
Menentukan kegiatan kelas.
3. Di Masyarakat
Menentukan kegiatan kerja bakti.
4. Dalam Organisasi
Menentukan program kerja.
5. Dalam Kelompok Belajar
Menentukan pembagian tugas.
6. Dalam Kehidupan Bermasyarakat
Membicarakan kegiatan lingkungan dan kepentingan warga.
L. CONTOH PERILAKU MUSYAWARAH
| Situasi | Sikap yang Tepat |
|---|---|
| Teman berbeda pendapat | Mendengarkan dan menghargainya |
| Pendapat kita tidak diterima | Menerima keputusan dengan lapang dada |
| Teman sedang berbicara | Tidak memotong pembicaraan |
| Kita memiliki usulan | Menyampaikannya dengan sopan |
| Keputusan telah ditetapkan | Melaksanakannya dengan tanggung jawab |
| Terjadi perbedaan pendapat | Mencari solusi bersama |
| Ada teman yang belum berbicara | Memberikan kesempatan |
M. STUDI KASUS
Kasus 1 – Pemilihan Ketua Kelompok
Kelompok 6A akan memilih ketua kelompok. Ada tiga calon:
Rani;
Budi;
Sinta.
Setiap anggota memiliki pilihan yang berbeda.
Pertanyaan:
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Apakah boleh memaksakan calon pilihan kita?
Bagaimana jika calon pilihan kita tidak terpilih?
Mengapa keputusan harus diterima bersama?
Jawaban yang diharapkan:
Kelompok melakukan pembahasan atau pemilihan sesuai aturan yang telah disepakati. Setiap anggota harus menghargai pilihan anggota lain. Setelah keputusan diperoleh, semua anggota harus menerima dan mendukung ketua yang terpilih.
N. RANGKUMAN
Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan secara bersama-sama untuk memperoleh keputusan yang terbaik.
Musyawarah sesuai dengan nilai Sila Keempat Pancasila.
Manfaat musyawarah:
menyelesaikan masalah;
menghasilkan keputusan bersama;
menghargai pendapat;
mempererat persatuan;
melatih sikap demokratis;
melatih tanggung jawab;
mencegah pemaksaan kehendak.
Langkah-langkah musyawarah:
Menentukan masalah → menentukan peserta → memilih pemimpin → menjelaskan masalah → menyampaikan pendapat → mendengarkan pendapat → membahas usulan → mencari kesepakatan → menetapkan keputusan → melaksanakan keputusan → mengevaluasi.
Sikap dalam musyawarah:
Sopan, menghargai, mendengarkan, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab, mengutamakan kepentingan bersama, dan menerima keputusan.
O. PETA KONSEP
MUSYAWARAH
↳ Pengertian
Membahas masalah bersama untuk mencapai keputusan.
↳ Dasar Pancasila
Sila Keempat.
↳ Manfaat
• Menyelesaikan masalah
• Menghargai pendapat
• Mempererat persatuan
• Melatih demokrasi
• Melatih tanggung jawab
↳ Langkah
• Menentukan masalah
• Menyampaikan pendapat
• Mendengarkan
• Membahas
• Mencari kesepakatan
• Menetapkan keputusan
• Melaksanakan
↳ Sikap
• Sopan
• Menghargai
• Tidak memaksakan kehendak
• Bertanggung jawab
↳ Hasil
Kesepakatan/keputusan bersama
P. AKTIVITAS SISWA
“Ayo Bermusyawarah!”
Bentuk kelompok yang terdiri dari 5–6 siswa.
Masalah yang harus dimusyawarahkan:
“Kelas 6 akan mengadakan kegiatan untuk mempererat kebersamaan. Kegiatan apa yang paling tepat dilakukan?”
Setiap kelompok harus:
menentukan pemimpin musyawarah;
menentukan sekretaris;
menyampaikan masalah;
memberikan kesempatan kepada semua anggota untuk berpendapat;
mencatat semua usulan;
membahas kelebihan dan kekurangan setiap usulan;
menentukan keputusan;
membuat kesimpulan;
mempresentasikan hasil musyawarah di depan kelas.
Lembar Hasil Musyawarah
Nama Kelompok: ____________
Masalah yang dibahas:
Pendapat 1:
Pendapat 2:
Pendapat 3:
Keputusan bersama:
Alasan memilih keputusan tersebut:
Pembagian tugas:
⭐ Pesan Penting untuk Siswa
“Musyawarah bukan tentang siapa yang pendapatnya paling kuat, tetapi tentang bagaimana kita menemukan keputusan terbaik untuk kepentingan bersama.”
Dengan bermusyawarah, kita belajar menjadi anak yang demokratis, bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan mengutamakan persatuan sesuai nilai-nilai Pancasila.
![]() |
| Latihan Soal Quizizz |




Tidak ada komentar