Header Ads

Selamat Datang di Blog BELAJAR BERSAMA PAK NDIN - 3M : 1) Memakai masker, 2) Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, 3). Menjaga Jarak

Pendidikan Pancasila : Belajar Musyawarah

 




MATERI: BELAJAR BERMUSYAWARAH

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian musyawarah.

  2. Menjelaskan hubungan musyawarah dengan nilai-nilai Pancasila.

  3. Menyebutkan manfaat musyawarah.

  4. Menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan musyawarah.

  5. Menunjukkan sikap yang baik ketika bermusyawarah.

  6. Mempraktikkan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari.

  7. Mengambil keputusan bersama melalui musyawarah.

  8. Menghargai pendapat orang lain dan melaksanakan keputusan bersama dengan tanggung jawab.


A. MENGENAL MUSYAWARAH

Image

Image

Image

Image

Image

Image

1. Pengertian Musyawarah

Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan secara bersama-sama untuk mencapai kesepakatan atau keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Dalam musyawarah, setiap orang memiliki kesempatan untuk:

  • menyampaikan pendapat;
  • mendengarkan pendapat orang lain;
  • memberikan alasan yang baik;
  • mengajukan saran;
  • mempertimbangkan berbagai pilihan;
  • menerima keputusan bersama.

Musyawarah tidak bertujuan untuk mencari siapa yang menang atau kalah. Tujuan utama musyawarah adalah mencapai keputusan yang terbaik bagi kepentingan bersama.

Contoh sederhana

Ketika siswa kelas 6 ingin menentukan kegiatan untuk mengisi acara perpisahan, terdapat beberapa usulan:

  • membuat pentas seni;
  • mengadakan permainan;
  • melakukan kegiatan sosial;
  • mengadakan makan bersama.

Daripada menentukan kegiatan berdasarkan keinginan satu orang, seluruh siswa dapat melakukan musyawarah untuk menentukan kegiatan yang paling sesuai.


B. MUSYAWARAH DAN SILA KEEMPAT PANCASILA

Musyawarah merupakan salah satu penerapan Sila Keempat Pancasila, yaitu:

“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Sila keempat mengajarkan kepada kita untuk menyelesaikan persoalan bersama dengan:

  • mengutamakan musyawarah;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • mengutamakan kepentingan bersama;
  • mengambil keputusan secara bijaksana;
  • melaksanakan keputusan yang telah disepakati.

Nilai yang terkandung dalam musyawarah

NilaiContoh Perilaku
KebersamaanMembicarakan masalah bersama
Menghargai pendapatMendengarkan teman yang sedang berbicara
DemokrasiMemberikan kesempatan kepada semua orang
Tanggung jawabMelaksanakan keputusan bersama
ToleransiMenghormati pendapat yang berbeda
KeadilanTidak membeda-bedakan peserta
KebijaksanaanMemilih keputusan yang paling baik

C. MANFAAT MUSYAWARAH

Image

Image

Image

Image

Image

Musyawarah memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menyelesaikan Masalah Bersama

Musyawarah dapat membantu kita menemukan solusi terhadap suatu masalah.

Contoh:

Kelas 6 mengalami masalah karena jadwal piket tidak berjalan dengan baik. Siswa dapat bermusyawarah untuk membuat jadwal piket yang lebih adil.


2. Menghasilkan Keputusan Bersama

Melalui musyawarah, keputusan tidak hanya ditentukan oleh satu orang.

Semua peserta memiliki kesempatan untuk memberikan pendapat sehingga keputusan menjadi keputusan bersama.


3. Menghargai Pendapat Orang Lain

Musyawarah mengajarkan kita untuk mendengarkan dan menghargai pendapat meskipun berbeda dengan pendapat kita.

Contoh:

Andi mengusulkan kegiatan olahraga, sedangkan Budi mengusulkan kegiatan seni. Keduanya harus saling menghargai dan mendengarkan alasan masing-masing.


4. Mempererat Persatuan dan Kerukunan

Musyawarah dapat mengurangi perselisihan karena masalah dibicarakan secara terbuka dan bersama-sama.

Dengan demikian, hubungan antarteman menjadi lebih baik.


5. Melatih Sikap Demokratis

Musyawarah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menyampaikan pendapat.

Hal ini melatih kita menjadi pribadi yang demokratis.


6. Melatih Tanggung Jawab

Keputusan yang telah disepakati bersama harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Misalnya, hasil musyawarah menentukan bahwa setiap siswa harus melaksanakan piket. Maka semua siswa harus melaksanakan tugasnya.


7. Mencegah Sikap Memaksakan Kehendak

Musyawarah mengajarkan kita bahwa keinginan pribadi tidak selalu harus menjadi keputusan bersama.

Kita harus mempertimbangkan kepentingan orang lain.


D. PRINSIP-PRINSIP DALAM MUSYAWARAH

Agar musyawarah dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan.

1. Kesetaraan

Semua peserta musyawarah memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

2. Kebebasan Berpendapat

Peserta boleh menyampaikan pendapat dengan cara yang santun dan bertanggung jawab.

3. Menghargai Pendapat

Setiap pendapat harus didengarkan dan dihargai.

4. Tidak Memaksakan Kehendak

Kita tidak boleh memaksa orang lain untuk menerima pendapat kita.

5. Mengutamakan Kepentingan Bersama

Keputusan sebaiknya tidak hanya menguntungkan seseorang atau kelompok tertentu.

6. Mengutamakan Persatuan

Perbedaan pendapat tidak boleh menyebabkan permusuhan.

7. Bertanggung Jawab

Setiap peserta harus bersedia melaksanakan keputusan yang telah disepakati.


E. LANGKAH-LANGKAH DALAM MUSYAWARAH

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Musyawarah sebaiknya dilakukan secara teratur agar menghasilkan keputusan yang baik.

Langkah 1 – Menentukan Masalah

Pertama, tentukan masalah atau hal yang akan dibicarakan.

Contoh:

“Bagaimana cara menentukan kegiatan untuk acara kelas?”


Langkah 2 – Menentukan Peserta Musyawarah

Orang-orang yang berkaitan dengan masalah tersebut dapat mengikuti musyawarah.

Contohnya:

  • ketua kelas;

  • wakil ketua;

  • sekretaris;

  • bendahara;

  • seluruh anggota kelas.


Langkah 3 – Menentukan Pemimpin Musyawarah

Musyawarah membutuhkan seseorang yang memimpin jalannya kegiatan.

Pemimpin bertugas:

  • membuka musyawarah;

  • menjelaskan masalah;

  • mengatur giliran berbicara;

  • menjaga agar pembicaraan tetap tertib;

  • menyimpulkan hasil pembicaraan;

  • menutup musyawarah.


Langkah 4 – Menjelaskan Masalah

Pemimpin menjelaskan persoalan yang akan dibicarakan.

Contoh:

“Teman-teman, kelas kita akan mengadakan kegiatan akhir semester. Hari ini kita akan menentukan kegiatan yang akan kita lakukan.”


Langkah 5 – Menyampaikan Pendapat

Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Ketika berbicara, gunakan bahasa yang sopan.

Contoh:

“Menurut saya, kegiatan yang paling sesuai adalah kerja bakti karena dapat membuat lingkungan sekolah menjadi lebih bersih.”


Langkah 6 – Mendengarkan Pendapat Orang Lain

Ketika teman sedang berbicara, kita harus mendengarkan.

Jangan:

❌ memotong pembicaraan;
❌ mengejek pendapat;
❌ berbicara sendiri;
❌ memaksakan pendapat.

Sebaiknya:

✅ mendengarkan dengan baik;
✅ mencatat hal penting;
✅ memberikan tanggapan dengan sopan.


Langkah 7 – Membahas Setiap Usulan

Setiap usulan dipertimbangkan berdasarkan:

  • manfaat;

  • kebutuhan;

  • kemampuan;

  • waktu;

  • biaya;

  • kepentingan bersama.


Langkah 8 – Mencari Kesepakatan

Peserta berusaha menemukan keputusan yang dapat diterima bersama.

Jika terdapat satu keputusan yang disetujui semua peserta, maka keputusan tersebut dapat ditetapkan sebagai mufakat.


Langkah 9 – Jika Tidak Mencapai Mufakat

Jika kesepakatan belum tercapai setelah pembahasan yang cukup, dalam praktik demokratis dapat dilakukan pemungutan suara sesuai aturan yang telah disepakati.

Pemungutan suara bukan berarti mengabaikan musyawarah. Sebelumnya, setiap pilihan telah dibahas dan dipertimbangkan bersama.


Langkah 10 – Menetapkan Keputusan

Setelah keputusan diperoleh, pemimpin menyampaikan hasil musyawarah.

Contoh:

“Berdasarkan hasil musyawarah, kita sepakat mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah pada hari Jumat.”


Langkah 11 – Melaksanakan Keputusan

Keputusan yang telah disepakati harus dilaksanakan bersama.

Jangan hanya ikut bermusyawarah tetapi tidak mau melaksanakan hasilnya.


Langkah 12 – Melakukan Evaluasi

Setelah keputusan dilaksanakan, kita dapat mengevaluasi apakah keputusan tersebut berhasil.

Jika terdapat kekurangan, kita dapat mencari solusi melalui musyawarah berikutnya.


F. SIKAP YANG BAIK SAAT MUSYAWARAH

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Saat melakukan musyawarah, kita harus menunjukkan sikap yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Sikap yang harus dilakukan

✅ Berbicara dengan sopan.
✅ Mendengarkan orang lain.
✅ Menghargai perbedaan pendapat.
✅ Mengangkat tangan sebelum berbicara.
✅ Tidak memotong pembicaraan.
✅ Mengutamakan kepentingan bersama.
✅ Bersikap jujur.
✅ Menerima keputusan bersama.
✅ Melaksanakan hasil keputusan dengan tanggung jawab.

Sikap yang harus dihindari

❌ Memaksakan kehendak.
❌ Menghina pendapat orang lain.
❌ Marah ketika pendapat ditolak.
❌ Memotong pembicaraan.
❌ Berbicara kasar.
❌ Meninggalkan musyawarah tanpa alasan.
❌ Tidak melaksanakan keputusan bersama.


G. MEMPRAKTIKKAN MUSYAWARAH

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Musyawarah tidak cukup hanya dipelajari. Kita juga harus mempraktikkannya.

Contoh kegiatan praktik

Situasi

Kelas 6 akan mengadakan kegiatan kebersamaan. Terdapat beberapa pilihan:

  1. piknik;

  2. kerja bakti;

  3. pentas seni;

  4. kegiatan sosial.

Pembagian tugas

Ketua musyawarah: memimpin kegiatan.

Sekretaris: mencatat pendapat dan hasil keputusan.

Peserta: menyampaikan pendapat dan memberikan tanggapan.

Contoh jalannya musyawarah

Ketua:

“Teman-teman, hari ini kita akan menentukan kegiatan kebersamaan kelas. Silakan menyampaikan pendapat secara bergantian.”

Siswa 1:

“Saya mengusulkan kerja bakti karena dapat membuat lingkungan sekolah menjadi bersih.”

Siswa 2:

“Saya mengusulkan pentas seni karena kita dapat menunjukkan kreativitas.”

Siswa 3:

“Menurut saya, kegiatan sosial juga baik karena kita dapat membantu orang lain.”

Setelah semua pendapat disampaikan, peserta membahas kelebihan dan kekurangan setiap usulan.

Kemudian peserta mencari keputusan terbaik.


H. CARA MENGAMBIL KEPUTUSAN MELALUI MUSYAWARAH

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Mengambil keputusan melalui musyawarah berarti menentukan pilihan setelah mempertimbangkan berbagai pendapat.

Urutannya:

Masalah → Pendapat → Pembahasan → Pertimbangan → Kesepakatan → Keputusan → Pelaksanaan

Contoh

Masalah:
Kelas akan menentukan kegiatan Jumat.

Usulan:

  • olahraga;

  • kerja bakti;

  • membaca bersama.

Pembahasan:

Peserta mempertimbangkan manfaat, waktu, tempat, dan kemampuan siswa.

Kesepakatan:

Peserta sepakat memilih kerja bakti.

Keputusan:

“Kegiatan Jumat kelas 6 adalah kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.”

Pelaksanaan:

Semua siswa melaksanakan tugas sesuai pembagian yang telah disepakati.


I. MUSYAWARAH MUFAKAT

Musyawarah mufakat adalah proses pembahasan bersama untuk mencapai keputusan yang disetujui bersama.

Mufakat bukan berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama sejak awal.

Justru dalam musyawarah, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.

Yang penting adalah bagaimana kita:

  1. menyampaikan pendapat dengan santun;

  2. mendengarkan pendapat orang lain;

  3. mempertimbangkan setiap usulan;

  4. mencari jalan tengah;

  5. mengutamakan kepentingan bersama;

  6. menerima hasil keputusan.

Contoh

Awalnya:

  • Ani ingin kegiatan olahraga.

  • Budi ingin kegiatan seni.

  • Citra ingin kegiatan sosial.

Setelah berdiskusi, mereka sepakat mengadakan kegiatan sosial yang dikemas dengan pentas seni dan permainan.

Inilah contoh mencari solusi bersama melalui musyawarah.


J. JIKA PENDAPAT KITA TIDAK DISETUJUI

Hal yang sangat penting dalam musyawarah adalah menerima keputusan bersama dengan lapang dada.

Misalnya, kamu mengusulkan kegiatan olahraga, tetapi hasil musyawarah memilih kegiatan kerja bakti.

Sikap yang benar adalah:

“Saya menerima keputusan bersama dan akan ikut melaksanakan kerja bakti.”

Bukan:

“Saya tidak setuju, jadi saya tidak mau ikut!”

Sikap menerima keputusan bersama menunjukkan bahwa kita memiliki tanggung jawab, kedewasaan, dan sikap demokratis.


K. CONTOH MUSYAWARAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Musyawarah dapat dilakukan di berbagai lingkungan.

1. Di Rumah

Menentukan tujuan liburan keluarga.

2. Di Sekolah

Menentukan kegiatan kelas.

3. Di Masyarakat

Menentukan kegiatan kerja bakti.

4. Dalam Organisasi

Menentukan program kerja.

5. Dalam Kelompok Belajar

Menentukan pembagian tugas.

6. Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Membicarakan kegiatan lingkungan dan kepentingan warga.


L. CONTOH PERILAKU MUSYAWARAH

SituasiSikap yang Tepat
Teman berbeda pendapatMendengarkan dan menghargainya
Pendapat kita tidak diterimaMenerima keputusan dengan lapang dada
Teman sedang berbicaraTidak memotong pembicaraan
Kita memiliki usulanMenyampaikannya dengan sopan
Keputusan telah ditetapkanMelaksanakannya dengan tanggung jawab
Terjadi perbedaan pendapatMencari solusi bersama
Ada teman yang belum berbicaraMemberikan kesempatan

M. STUDI KASUS

Kasus 1 – Pemilihan Ketua Kelompok

Kelompok 6A akan memilih ketua kelompok. Ada tiga calon:

  • Rani;

  • Budi;

  • Sinta.

Setiap anggota memiliki pilihan yang berbeda.

Pertanyaan:

  1. Apa yang sebaiknya dilakukan?

  2. Apakah boleh memaksakan calon pilihan kita?

  3. Bagaimana jika calon pilihan kita tidak terpilih?

  4. Mengapa keputusan harus diterima bersama?

Jawaban yang diharapkan:

Kelompok melakukan pembahasan atau pemilihan sesuai aturan yang telah disepakati. Setiap anggota harus menghargai pilihan anggota lain. Setelah keputusan diperoleh, semua anggota harus menerima dan mendukung ketua yang terpilih.


N. RANGKUMAN

Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan secara bersama-sama untuk memperoleh keputusan yang terbaik.

Musyawarah sesuai dengan nilai Sila Keempat Pancasila.

Manfaat musyawarah:

  1. menyelesaikan masalah;

  2. menghasilkan keputusan bersama;

  3. menghargai pendapat;

  4. mempererat persatuan;

  5. melatih sikap demokratis;

  6. melatih tanggung jawab;

  7. mencegah pemaksaan kehendak.

Langkah-langkah musyawarah:

Menentukan masalah → menentukan peserta → memilih pemimpin → menjelaskan masalah → menyampaikan pendapat → mendengarkan pendapat → membahas usulan → mencari kesepakatan → menetapkan keputusan → melaksanakan keputusan → mengevaluasi.

Sikap dalam musyawarah:

Sopan, menghargai, mendengarkan, tidak memaksakan kehendak, bertanggung jawab, mengutamakan kepentingan bersama, dan menerima keputusan.


O. PETA KONSEP

Image

Image

Image

Image

Image

Image

MUSYAWARAH

Pengertian
Membahas masalah bersama untuk mencapai keputusan.

Dasar Pancasila
Sila Keempat.

Manfaat
• Menyelesaikan masalah
• Menghargai pendapat
• Mempererat persatuan
• Melatih demokrasi
• Melatih tanggung jawab

Langkah
• Menentukan masalah
• Menyampaikan pendapat
• Mendengarkan
• Membahas
• Mencari kesepakatan
• Menetapkan keputusan
• Melaksanakan

Sikap
• Sopan
• Menghargai
• Tidak memaksakan kehendak
• Bertanggung jawab

Hasil
Kesepakatan/keputusan bersama


P. AKTIVITAS SISWA

“Ayo Bermusyawarah!”

Bentuk kelompok yang terdiri dari 5–6 siswa.

Masalah yang harus dimusyawarahkan:

“Kelas 6 akan mengadakan kegiatan untuk mempererat kebersamaan. Kegiatan apa yang paling tepat dilakukan?”

Setiap kelompok harus:

  1. menentukan pemimpin musyawarah;

  2. menentukan sekretaris;

  3. menyampaikan masalah;

  4. memberikan kesempatan kepada semua anggota untuk berpendapat;

  5. mencatat semua usulan;

  6. membahas kelebihan dan kekurangan setiap usulan;

  7. menentukan keputusan;

  8. membuat kesimpulan;

  9. mempresentasikan hasil musyawarah di depan kelas.

Lembar Hasil Musyawarah

Nama Kelompok: ____________

Masalah yang dibahas:


Pendapat 1:


Pendapat 2:


Pendapat 3:


Keputusan bersama:


Alasan memilih keputusan tersebut:


Pembagian tugas:



⭐ Pesan Penting untuk Siswa

“Musyawarah bukan tentang siapa yang pendapatnya paling kuat, tetapi tentang bagaimana kita menemukan keputusan terbaik untuk kepentingan bersama.”

Dengan bermusyawarah, kita belajar menjadi anak yang demokratis, bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan mengutamakan persatuan sesuai nilai-nilai Pancasila.






Latihan Soal Quizizz


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.