Menebar Ilmu, Menginspirasi Kebaikan
Kumpulan Ceramah Islam
Menebar Ilmu, Menginspirasi Kebaikan
ANJURAN BERBUAT BAIK DALAM ISLAM
Menebar Kebaikan, Menuai Keberkahan
📜 MUKADDIMAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
Hadirin jamaah rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Pada kesempatan yang mulia ini, saya akan menyampaikan ceramah tentang "Anjuran Berbuat Baik dalam Islam".
1 PENGERTIAN BERBUAT BAIK (IHSAN)
Dalam Islam, berbuat baik disebut dengan istilah "Ihsan". Ihsan berasal dari kata ahsana-yuhsinu yang berarti berbuat baik, memperbaiki, atau memberikan kebaikan. Rasulullah SAW menjelaskan makna ihsan dalam hadits yang masyhur:
الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (HR. Muslim)
2 DALIL-DALIL ANJURAN BERBUAT BAIK
📖 Dalil dari Al-Qur'an:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS. An-Nahl: 90)
وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195)
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)." (QS. Ar-Rahman: 60)
📚 Dalil dari Hadits:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
"Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu." (HR. Muslim)
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Thabrani)
3 BENTUK-BENTUK KEBAIKAN DALAM ISLAM
🤲 1. Berbuat Baik kepada Allah SWT
- Beribadah dengan ikhlas dan khusyu'
- Mentaati segala perintah-Nya
- Menjauhi segala larangan-Nya
- Bersyukur atas segala nikmat
👨👩👧👦 2. Berbuat Baik kepada Orang Tua
Allah SWT berfirman:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua." (QS. Al-Isra: 23)
🏠 3. Berbuat Baik kepada Tetangga
مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
"Jibril senantiasa berpesan kepadaku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga akan mendapat warisan." (HR. Bukhari & Muslim)
🤝 4. Berbuat Baik kepada Sesama Muslim
- Menyebarkan salam
- Menjenguk yang sakit
- Mengantar jenazah
- Memenuhi undangan
- Mendoakan yang bersin
🌍 5. Berbuat Baik kepada Seluruh Makhluk
Termasuk kepada hewan dan lingkungan. Rasulullah SAW bersabda:
فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
"Pada setiap yang bernyawa ada pahala (jika berbuat baik kepadanya)." (HR. Bukhari & Muslim)
4 KEUTAMAAN BERBUAT BAIK
Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan (QS. Al-Baqarah: 195)
Satu kebaikan dibalas dengan 10 hingga 700 kali lipat
Kebaikan dapat menghapus dosa-dosa kecil
Balasan kebaikan adalah kebaikan (QS. Ar-Rahman: 60)
Orang yang berbuat baik akan merasakan ketenangan dan keberkahan
📿 PENUTUP
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah,
Demikianlah ceramah singkat tentang anjuran berbuat baik dalam Islam. Semoga kita semua dapat mengamalkan ajaran untuk selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah bahwa kebaikan sekecil apapun tidak akan sia-sia di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
"Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri-seri." (HR. Muslim)
Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk senantiasa berbuat kebaikan.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
RAMADHAN: BULAN MENDIDIK MANUSIA BERTAQWA
Menggapai Derajat Muttaqin
📜 MUKADDIMAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرَ الرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ وَالْعِتْقِ مِنَ النَّارِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
Hadirin jamaah rahimakumullah,
Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Pada kesempatan yang mulia ini, saya akan menyampaikan ceramah tentang "Ramadhan: Bulan untuk Mendidik Menjadi Manusia yang Bertaqwa".
1 RAMADHAN DAN TUJUAN TAQWA
Allah SWT dengan jelas menyebutkan tujuan utama diwajibkannya puasa Ramadhan, yaitu untuk mencapai derajat TAQWA. Firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Perhatikanlah kata "لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ" (agar kamu bertakwa). Ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah "madrasah" atau sekolah untuk melatih dan mendidik jiwa agar mencapai derajat muttaqin.
2 HAKIKAT TAQWA
Taqwa berasal dari kata wiqayah yang berarti menjaga diri, melindungi diri. Secara istilah, taqwa adalah:
"Melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan."
Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. mendefinisikan taqwa dengan indah:
Taqwa adalah:
- ✓ Al-Khauf min al-Jalil - Takut kepada Allah Yang Maha Agung
- ✓ Wal 'Amal bil Tanzil - Mengamalkan Al-Qur'an
- ✓ War Ridha bil Qalil - Ridha dengan yang sedikit
- ✓ Wal Isti'dad li Yaumil Rahil - Bersiap untuk hari kematian
3 BAGAIMANA RAMADHAN MENDIDIK TAQWA?
🕐 1. Melatih Pengendalian Diri (Mujahadah)
Puasa melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu. Dari subuh hingga maghrib, kita menahan lapar, haus, dan syahwat. Ini adalah latihan intensif selama 30 hari untuk mendisiplinkan jiwa.
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
"Puasa adalah perisai." (HR. Bukhari & Muslim)
🤫 2. Melatih Muraqabatullah (Merasa Diawasi Allah)
Saat puasa, tidak ada yang mengawasi kita selain Allah. Kita bisa saja makan atau minum secara sembunyi-sembunyi, tetapi kita tidak melakukannya karena yakin Allah Maha Melihat. Inilah esensi taqwa!
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
"Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya." (HR. Bukhari & Muslim)
🗣️ 3. Melatih Menjaga Lisan
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan dari kata-kata kotor, ghibah, namimah, dan perkataan yang tidak bermanfaat.
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makanan dan minumannya." (HR. Bukhari)
📖 4. Meningkatkan Intensitas Ibadah
Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ibadah: puasa, tarawih, tadarus Al-Qur'an, sedekah, i'tikaf, dan lain-lain. Semua ini melatih jiwa untuk terbiasa beribadah.
Tarawih
Tadarus
Sedekah
I'tikaf
💝 5. Melatih Empati dan Kepedulian Sosial
Dengan merasakan lapar dan haus, kita dapat memahami penderitaan saudara-saudara kita yang kekurangan. Hal ini mendorong kita untuk berbagi dan membantu sesama.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
"Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari & Muslim)
4 CIRI-CIRI ORANG BERTAQWA
Allah SWT menyebutkan ciri-ciri orang bertaqwa di awal surah Al-Baqarah:
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
"(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya akhirat." (QS. Al-Baqarah: 3-4)
5 BUAH TAQWA DARI RAMADHAN
Jika Ramadhan kita jalani dengan benar, maka buah taqwa yang akan kita peroleh antara lain:
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya." (QS. At-Talaq: 2)
"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 3)
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memudahkan urusannya." (QS. At-Talaq: 4)
"Dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya." (QS. At-Talaq: 5)
"Dan akan melipatgandakan pahala baginya." (QS. At-Talaq: 5)
6 MENJAGA TAQWA PASCA RAMADHAN
Yang terpenting adalah bagaimana menjaga taqwa setelah Ramadhan berakhir. Berikut beberapa tips:
✓ Istiqamah dalam Shalat Wajib
Jaga shalat lima waktu dengan berjamaah
✓ Puasa Sunnah
Lanjutkan dengan puasa 6 hari Syawal, Senin-Kamis, Ayyamul Bidh
✓ Tadarus Al-Qur'an
Teruskan membaca Al-Qur'an setiap hari walau satu halaman
✓ Qiyamul Lail
Biasakan shalat tahajjud walau dua rakaat
✓ Sedekah Rutin
Biasakan bersedekah secara teratur
📿 PENUTUP
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah,
Ramadhan adalah madrasah yang Allah sediakan untuk mendidik kita menjadi hamba yang bertaqwa. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Manfaatkan setiap detik di bulan Ramadhan untuk meningkatkan kualitas diri dan kedekatan dengan Allah SWT.
Ingatlah sabda Rasulullah SAW:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
"Merugilah seseorang yang mendapati Ramadhan, kemudian berlalu sebelum ia diampuni (dosanya)." (HR. Tirmidzi)
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang berhasil meraih derajat taqwa dari madrasah Ramadhan ini. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Tidak ada komentar