Header Ads

Selamat Datang di Blog BELAJAR BERSAMA PAK NDIN - 3M : 1) Memakai masker, 2) Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, 3). Menjaga Jarak

PH PLBJ Ragam Batik Betawi

 



Materi: Ragam Batik Betawi

Soal Pilihan Ganda HOTS

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

Bagian I — Mengenal Ragam Motif Batik Betawi

1. Seorang siswa ingin membuat desain batik yang menunjukkan identitas kesenian Betawi. Ia memilih gambar boneka besar yang biasa tampil dalam berbagai acara budaya Jakarta. Motif yang paling sesuai adalah ....

A. Motif Rasamala 

B. Motif Ondel-ondel 

C. Motif Nusa Kelapa 

D. Motif Ciliwung


2. Perhatikan ilustrasi pertama pada gambar di atas, yaitu gambar dua boneka khas Betawi. Jika ilustrasi tersebut dijadikan inspirasi motif batik, nilai budaya yang paling tepat untuk diperkenalkan adalah ....

A. Kehidupan masyarakat di daerah pegunungan 

B. Kegiatan perdagangan di pelabuhan 

C. Kesenian dan tradisi masyarakat Betawi 

D. Sejarah perkembangan alat transportasi


3. Seorang pembatik ingin membuat motif yang mengingatkan masyarakat bahwa Jakarta memiliki sejarah nama yang panjang. Motif yang paling sesuai adalah ....

A. Nusa Kelapa 

B. Ondel-ondel 

C. Kerak Telor 

D. Tumpal


4. Perhatikan ilustrasi kedua pada gambar di atas. Terlihat pohon kelapa, perairan, perahu, dan lingkungan pesisir. Jika siswa menghubungkannya dengan sejarah Jakarta, alasan yang paling masuk akal untuk menggunakan inspirasi tersebut adalah ....

A. Jakarta sejak dahulu hanya terdiri atas perkebunan kelapa. 

B. Semua masyarakat Betawi dahulu bekerja sebagai nelayan. 

C. Pohon kelapa merupakan satu-satunya tumbuhan di Jakarta. 

D. Lingkungan alam dan sejarah pesisir dapat menjadi sumber inspirasi motif budaya.


5. Seorang siswa melihat motif batik yang menggambarkan aliran sungai, rumah-rumah di tepi air, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Motif tersebut paling dekat dengan ....

A. Salakanagara 

B. Ciliwung 

C. Tumpal 

D. Rasamala


6. Perhatikan ilustrasi ketiga pada gambar di atas. Sungai menjadi bagian utama dari ilustrasi tersebut. Jika digunakan untuk memperkenalkan motif Ciliwung, pesan yang paling tepat adalah ....

A. Masyarakat tidak perlu menjaga sungai karena sungai akan pulih sendiri. 

B. Sungai hanya memiliki manfaat sebagai hiasan pemandangan. 

C. Sungai memiliki hubungan dengan kehidupan dan lingkungan masyarakat. 

D. Semua sungai di Jakarta memiliki keadaan yang sama.


7. Motif Rasamala berkaitan dengan gambaran alam Jakarta pada masa lampau yang ditumbuhi pepohonan. Jika seorang siswa ingin mengembangkan motif tersebut, desain yang paling sesuai adalah ....

A. Pepohonan yang menggambarkan suasana alam tempo dahulu 

B. Gedung pencakar langit tanpa unsur alam 

C. Kendaraan modern yang memenuhi jalan raya 

D. Peralatan elektronik yang digunakan di rumah


8. Perhatikan ilustrasi keempat pada gambar di atas. Seorang siswa ingin menghubungkannya dengan motif Rasamala. Pengembangan yang paling tepat adalah ....

A. Mengubah seluruh pohon menjadi gambar kendaraan. 

B. Menghilangkan unsur tumbuhan agar desain lebih modern. 

C. Mengganti pohon dengan gambar makanan tradisional. 

D. Menonjolkan bentuk pepohonan sebagai pengingat lingkungan alam masa lampau.


9. Motif Salakanagara berkaitan dengan sejarah kerajaan awal yang dikaitkan dengan wilayah Tanah Betawi. Mengapa motif bertema sejarah penting untuk dilestarikan?

A. Agar siswa hanya mempelajari kejadian pada masa lampau. 

B. Agar masyarakat mengenal sejarah dan identitas budayanya. 

C. Agar motif batik tidak boleh mengalami perubahan. 

D. Agar seluruh motif batik memiliki bentuk yang sama.


10. Perhatikan ilustrasi kelima pada gambar di atas yang menampilkan gunung dan bangunan bersejarah. Jika digunakan sebagai inspirasi motif Salakanagara, nilai yang paling tepat dikembangkan adalah ....

A. Keinginan mengganti budaya lama dengan budaya baru 

B. Anggapan bahwa semua bangunan memiliki sejarah yang sama 

C. Penghargaan terhadap sejarah dan warisan masa lampau 

D. Keinginan memisahkan seni dari kehidupan masyarakat

Bagian II — Bentuk, Makna, dan Ciri Khas Motif

11. Perhatikan ilustrasi keenam pada gambar di atas. Bentuk segitiga tampak tersusun berulang dan teratur. Ciri tersebut paling sesuai dengan motif ....

A. Tumpal 

B. Ciliwung 

C. Ondel-ondel 

D. Kerak Telor


12. Motif tumpal memiliki bentuk dasar segitiga dan dikenal sebagai motif geometris. Jika seorang siswa membuat pola tumpal dengan bentuk yang tersusun berulang, alasan desain tersebut termasuk geometris adalah ....

A. Menggambarkan tokoh dalam cerita rakyat. 

B. Menggunakan gambar yang berasal dari lingkungan alam saja. 

C. Memiliki gambar manusia dan hewan. 

D. Menggunakan bentuk teratur yang dapat disusun menjadi pola.


13. Seorang perancang batik ingin membuat kain untuk kegiatan budaya sekolah. Ia menggabungkan motif tumpal dengan gambar Ondel-ondel. Penilaian yang paling tepat terhadap desain tersebut adalah ....

A. Salah, sebab dua motif tidak boleh digunakan bersama. 

B. Tepat, jika susunannya harmonis dan tetap menghargai makna kedua motif. 

C. Salah, sebab motif tumpal hanya boleh menggunakan satu warna. 

D. Tepat hanya jika gambar Ondel-ondel dihilangkan.


14. Seorang siswa berpendapat bahwa semua motif Batik Betawi harus menggambarkan bangunan modern Jakarta. Tanggapan yang paling tepat adalah ....

A. Benar, sebab batik hanya menceritakan kehidupan masa kini. 

B. Benar, sebab alam tidak termasuk sumber inspirasi batik. 

C. Kurang tepat, sebab motif Batik Betawi juga terinspirasi dari alam, sejarah, dan budaya tradisional. 

D. Kurang tepat, sebab batik tidak boleh menggambarkan kehidupan kota.


15. Perhatikan ilustrasi ketujuh pada gambar di atas yang menampilkan makanan dalam sebuah wadah. Jika makanan tradisional Betawi dijadikan motif batik, manfaat budaya yang paling mungkin adalah ....

A. Memperkenalkan kekayaan kuliner daerah melalui karya seni. 

B. Menggantikan seluruh motif batik yang sudah ada. 

C. Membuktikan bahwa makanan lebih penting daripada kesenian. 

D. Mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mempelajari budaya.


16. Sebuah kelompok siswa ingin membuat motif baru dengan inspirasi Monas dan bunga. Agar desain tersebut tetap menghargai karakter Batik Betawi, mereka sebaiknya ....

A. Menyalin seluruh desain batik dari daerah lain tanpa perubahan. 

B. Menghindari penggunaan unsur yang berkaitan dengan Jakarta. 

C. Menggunakan satu warna gelap untuk semua unsur tanpa pertimbangan. 

D. Mengolah ikon Jakarta dengan pola, warna, dan susunan yang harmonis.


17. Seorang siswa membandingkan dua kain. Kain P memiliki pola segitiga yang teratur, sedangkan kain Q menampilkan gambar sungai dan rumah. Kesimpulan yang paling tepat adalah ....

A. Kain P pasti bukan batik karena memiliki pola berulang. 

B. Kain P menunjukkan ciri geometris, sedangkan kain Q menunjukkan ciri nongeometris. 

C. Kain Q pasti bukan Batik Betawi karena menggambarkan alam. 

D. Kedua kain pasti memiliki makna yang sama.


18. Motif Batik Betawi dapat menggambarkan makanan, kesenian, bangunan, dan kehidupan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa ....

A. Batik hanya berfungsi sebagai pakaian resmi. 

B. Batik tidak memiliki hubungan dengan lingkungan sosial. 

C. Batik dapat menjadi media untuk menceritakan identitas dan kehidupan masyarakat. 

D. Batik hanya dapat dipahami oleh pembuatnya.


19. Seorang siswa ingin membuktikan bahwa motif batik dapat menyampaikan cerita sejarah. Ia memilih motif Nusa Kelapa. Bukti yang paling mendukung pilihannya adalah ....

A. Motif tersebut berkaitan dengan sebutan Jakarta pada masa lampau. 

B. Motif tersebut hanya menggunakan bentuk segitiga. 

C. Motif tersebut menggambarkan alat musik modern. 

D. Motif tersebut tidak memiliki hubungan dengan Jakarta.


20. Dua kelompok membuat desain Batik Betawi. Kelompok A menampilkan ikon budaya lokal dengan penjelasan makna, sedangkan kelompok B hanya menyalin gambar populer tanpa mengetahui asal-usulnya. Kelompok yang menunjukkan pemahaman budaya lebih baik adalah ....

A. Kelompok B, karena menyalin gambar lebih cepat. 

B. Keduanya sama, karena makna tidak penting dalam seni. 

C. Kelompok B, karena gambar populer selalu lebih tepat. 

D. Kelompok A, karena menghubungkan desain dengan makna dan identitas budaya.


Bagian III — Teknik Pembuatan dan Proses Berkarya

21. Perhatikan ilustrasi kesepuluh pada gambar di atas. Seorang perajin sedang membuat pola pada kain menggunakan alat khusus. Jika ia membuat batik tulis, alat untuk menorehkan malam atau lilin batik adalah ....

A. Gunting 

B. Canting 

C. Penggaris besi 

D. Kuas tembok


22. Seorang siswa akan membuat batik sederhana. Ia langsung mewarnai seluruh kain tanpa membuat pola atau menggunakan bahan perintang warna. Hasilnya tidak sesuai dengan desain yang diinginkan. Perbaikan yang paling tepat adalah ....

A. Menghilangkan semua rancangan agar proses lebih cepat. 

B. Menggunakan pewarna sebanyak mungkin. 

C. Merencanakan pola dan mempelajari teknik batik yang sesuai sebelum mewarnai. 

D. Mengganti kain dengan kertas tanpa mengubah teknik.


23. Dalam pembuatan batik tulis, malam digunakan untuk menutupi bagian kain tertentu agar tidak terkena warna pada tahap pewarnaan. Jika malam dioleskan pada bagian yang salah, akibat yang paling mungkin terjadi adalah ....

A. Bagian kain yang terlindungi tidak sesuai dengan rancangan motif. 

B. Semua warna otomatis menjadi lebih cerah. 

C. Kain pasti berubah menjadi lebih tebal. 

D. Motif akan selalu menjadi simetris.


24. Sebuah kelompok ingin membuat batik dengan pola rumit, tetapi waktu pengerjaannya terbatas. Sebelum memilih teknik, keputusan paling bijak adalah ....

A. Mengabaikan pola dan langsung mencelupkan kain. 

B. Memakai bahan sebanyak mungkin tanpa perhitungan. 

C. Memilih teknik berdasarkan warna yang paling disukai saja. 

D. Membandingkan tingkat kerumitan, waktu, keterampilan, dan hasil yang diharapkan.


25. Seorang siswa menggunakan terlalu banyak pewarna sehingga cairan sisa mengalir ke selokan. Tindakan perbaikan yang paling bertanggung jawab adalah ....

A. Membiarkan limbah karena jumlahnya sedikit. 

B. Mengatur pemakaian pewarna dan menangani limbah dengan cara yang aman. 

C. Menambahkan lebih banyak pewarna agar cepat habis. 

D. Memindahkan kegiatan ke dekat sungai.


26. Dalam kegiatan membatik, kelompok A membuat pola terlebih dahulu, sedangkan kelompok B bekerja tanpa rancangan. Kelompok A lebih mudah menjaga susunan motif. Hal tersebut terjadi karena ....

A. Pola awal membuat semua warna otomatis sama. 

B. Rancangan hanya dibutuhkan untuk motif geometris. 

C. Pola membantu mengatur letak, ukuran, dan pengulangan unsur desain. 

D. Membuat pola menghilangkan kebutuhan keterampilan.


27. Seorang pembatik ingin menghasilkan motif yang sama pada beberapa kain untuk seragam sekolah. Ia harus menjaga agar bentuk dan jarak motif tetap konsisten. Langkah terbaik adalah ....

A. Membuat rancangan pola yang terukur dan menerapkannya secara konsisten. 

B. Mengubah ukuran motif pada setiap kain tanpa alasan. 

C. Menempatkan motif secara acak agar lebih cepat. 

D. Menghilangkan bagian motif yang dianggap sulit.


28. Dua kain dibuat dengan tema yang sama. Kain pertama dibuat secara teliti, tetapi memerlukan waktu lama. Kain kedua dibuat lebih cepat dengan bantuan alat. Kesimpulan yang paling tepat adalah ....

A. Kain pertama selalu lebih baik dalam segala keadaan. 

B. Kain kedua tidak dapat memiliki nilai budaya. 

C. Kecepatan pengerjaan merupakan satu-satunya ukuran kualitas. 

D. Kualitas perlu dinilai berdasarkan tujuan, ketelitian, teknik, dan hasil karya.


29. Seorang siswa ingin menggunakan pewarna alami untuk kegiatan membatik. Sebelum memutuskan, hal yang perlu dipertimbangkan adalah ....

A. Pewarna alami selalu menghasilkan warna yang sama pada semua kain. 

B. Ketersediaan bahan, hasil warna, waktu pengerjaan, dan cara pengolahan. 

C. Pewarna alami tidak membutuhkan proses pengujian. 

D. Pewarna alami selalu lebih cepat digunakan daripada pewarna buatan.


30. Dalam pameran sekolah, guru meminta siswa menjelaskan proses pembuatan batik, bukan hanya menunjukkan kain jadi. Tujuan utama kegiatan tersebut adalah ....

A. Membuat pengunjung hanya menilai harga kain. 

B. Mengurangi perhatian terhadap hasil karya. 

C. Membantu pengunjung menghargai keterampilan, proses, dan pengetahuan perajin. 

D. Membuktikan bahwa semua teknik membatik sama.


Bagian IV — Analisis Makna dan Kearifan Lokal

31. Warga di sekitar sungai mengadakan kegiatan membersihkan lingkungan. Mereka membuat poster dengan motif Batik Betawi yang menggambarkan Sungai Ciliwung. Alasan paling kuat memilih motif tersebut adalah ....

A. Sungai merupakan tempat yang tidak berkaitan dengan kehidupan masyarakat. 

B. Motif sungai hanya sesuai untuk kegiatan wisata. 

C. Semua motif batik mempunyai arti menjaga kebersihan sungai. 

D. Motif tersebut dapat menghubungkan identitas budaya dengan kepedulian terhadap lingkungan.


32. Seorang siswa menganggap motif Ondel-ondel hanya menarik karena bentuknya unik. Setelah mempelajari budaya Betawi, ia mengetahui bahwa Ondel-ondel juga berkaitan dengan tradisi masyarakat. Perubahan pemahaman tersebut menunjukkan bahwa ....

A. Keindahan visual dapat dipahami lebih mendalam melalui pengetahuan budaya. 

B. Bentuk gambar lebih penting daripada semua nilai budaya. 

C. Motif tradisional tidak perlu dijelaskan kepada generasi muda. 

D. Pengetahuan sejarah membuat seni kehilangan daya tarik.


33. Perhatikan ilustrasi kedelapan pada gambar di atas yang menampilkan Monas. Sebuah sekolah ingin membuat kain untuk menyambut tamu dari luar Jakarta. Desain yang paling tepat adalah ....

A. Menggunakan gambar yang tidak berkaitan dengan Jakarta agar bersifat umum. 

B. Menggabungkan ikon Jakarta dengan unsur budaya Betawi secara harmonis. 

C. Menghilangkan seluruh unsur lokal agar tampak modern. 

D. Menyalin logo kota lain agar lebih dikenal.


34. Motif Nusa Kelapa mengingatkan masyarakat pada sejarah nama Jakarta. Jika siswa membuat pameran bertema perubahan Jakarta dari masa lampau hingga kini, kegiatan yang paling tepat adalah ....

A. Menampilkan kain tanpa penjelasan apa pun. 

B. Hanya membandingkan harga kain tradisional dan modern. 

C. Menyertakan penjelasan tentang motif, sumber sejarah, dan perubahan kota. 

D. Menghapus nama-nama lama Jakarta dari materi pameran.


35. Sebuah kelompok membuat motif baru dengan memadukan Ondel-ondel, bunga, dan bentuk geometris. Ada teman yang menolak karena menurutnya motif tradisional tidak boleh berubah. Tanggapan terbaik adalah ....

A. Perkembangan motif dapat dilakukan selama tetap menghargai sumber inspirasi dan nilai budaya. 

B. Semua motif lama harus diganti dengan motif baru. 

C. Motif baru tidak perlu memiliki hubungan dengan budaya Betawi. 

D. Perubahan bentuk selalu berarti merusak budaya.


36. Perhatikan ilustrasi kesembilan pada gambar di atas yang menggambarkan pasangan pengantin. Motif bertema perkawinan dapat menjadi media pelestarian budaya karena ....

A. Perkawinan merupakan satu-satunya sumber inspirasi batik. 

B. Semua kain batik harus dipakai dalam upacara perkawinan. 

C. Gambar pengantin tidak mempunyai hubungan dengan tradisi. 

D. Motif dapat merekam dan memperkenalkan unsur adat serta kehidupan masyarakat.


37. Sebuah toko menjual kain bermotif Betawi, tetapi tidak memberikan informasi mengenai motif yang digunakan. Agar pembeli lebih memahami nilai budaya kain tersebut, perbaikan terbaik adalah ....

A. Menghilangkan nama motif agar pembeli bebas menafsirkan. 

B. Menambahkan label yang menjelaskan nama, inspirasi, dan makna motif berdasarkan sumber tepercaya. 

C. Mengganti semua motif dengan gambar yang sedang populer. 

D. Hanya menaikkan harga kain agar dianggap bernilai tinggi.


38. Seorang siswa menemukan dua sumber yang memberikan penjelasan berbeda tentang makna suatu motif. Tindakan yang paling tepat adalah ....

A. Langsung memilih penjelasan yang paling menarik. 

B. Menganggap kedua sumber pasti salah. 

C. Membandingkan sumber tepercaya dan menjelaskan jika terdapat perbedaan penafsiran. 

D. Menyebarkan kedua penjelasan tanpa memeriksa kebenarannya.

39. Sebuah kelompok ingin membuat Batik Betawi yang menarik bagi anak muda. Mereka mengusulkan motif permainan tradisional dan ikon kota dengan warna cerah. Agar tetap memiliki nilai pendidikan budaya, mereka sebaiknya ....

A. Menjelaskan hubungan motif dengan tradisi dan kehidupan masyarakat Betawi. 

B. Menghapus seluruh keterangan mengenai asal-usul motif. 

C. Menyalin desain populer tanpa menyebut sumber inspirasi. 

D. Memilih motif hanya berdasarkan jumlah warna.


40. Seorang perajin memperoleh keuntungan besar dari penjualan batik, tetapi tidak memberikan penghargaan kepada orang yang mengajarkan motif tradisional kepadanya. Nilai kearifan lokal yang perlu diperkuat adalah ....

A. Persaingan tanpa batas 

B. Keuntungan pribadi sebagai tujuan utama 

C. Kebebasan mengubah semua karya orang lain 

D. Penghargaan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan jasa para pendahulu


Bagian V — Evaluasi dan Pemecahan Masalah

41. Sekolah akan mengadakan pameran budaya Jakarta. Panitia memiliki empat pilihan tema. Tema yang paling mampu menunjukkan keragaman Batik Betawi adalah ....

A. Kain dengan satu bentuk dan satu warna saja 

B. Ragam motif alam, sejarah, ikon kota, dan tradisi Betawi beserta penjelasannya 

C. Koleksi pakaian modern tanpa informasi budaya 

D. Pameran alat elektronik dan permainan digital saja


42. Seorang siswa ingin membuat motif batik bertema lingkungan. Ia memilih gambar sungai yang dipenuhi sampah karena ingin menunjukkan masalah pencemaran. Agar pesan karya lebih kuat, ia sebaiknya ....

A. Menghilangkan seluruh unsur sungai. 

B. Menambahkan sampah sebanyak mungkin tanpa keterangan. 

C. Menyertakan pesan tentang penyebab pencemaran dan ajakan menjaga sungai. 

D. Mengganti tema menjadi bangunan modern tanpa penjelasan.


43. Sebuah usaha batik ingin memperbanyak produksi agar harganya terjangkau. Namun, pemilik usaha juga ingin mempertahankan ciri budaya Betawi. Kebijakan yang paling seimbang adalah ....

A. Mempertahankan identitas motif, memilih teknik sesuai kebutuhan, dan menjaga mutu produk. 

B. Menghilangkan seluruh motif lokal agar pengerjaan lebih cepat. 

C. Menggunakan nama Batik Betawi untuk semua kain tanpa memperhatikan desain. 

D. Mengurangi kualitas bahan tanpa memeriksa hasilnya.


44. Dalam sebuah lomba, juri menilai karya berdasarkan keindahan, keterampilan, dan penjelasan makna motif. Mengapa penilaian makna budaya penting?

A. Agar karya dengan warna cerah selalu menjadi pemenang. 

B. Agar semua siswa harus menggunakan motif yang sama. 

C. Agar keterampilan membuat batik tidak perlu dinilai. 

D. Agar siswa memahami bahwa batik merupakan karya seni sekaligus pembawa nilai budaya.


45. Seorang siswa menyatakan, “Jika motif batik menggunakan gambar modern, motif tersebut tidak mungkin menjadi Batik Betawi.” Evaluasi yang paling tepat adalah ....

A. Benar, karena semua motif harus berasal dari masa lampau. 

B. Kurang tepat, karena motif dapat berkembang dengan mengangkat ikon kota dan tetap menghargai identitas Betawi. 

C. Benar, karena Batik Betawi hanya menggunakan gambar tumbuhan. 

D. Benar, karena batik tidak boleh menggambarkan kehidupan masa kini.


46. Sebuah kelompok membuat kain batik dengan motif Monas, Ondel-ondel, dan Ciliwung. Akan tetapi, ketiga motif ditempatkan tanpa pola sehingga kain terlihat berantakan. Perbaikan terbaik adalah ....

A. Menghapus semua motif dan membiarkan kain polos. 

B. Menambah gambar sebanyak mungkin tanpa mengatur letaknya. 

C. Menyusun hierarki, jarak, ukuran, dan pengulangan motif agar desain harmonis. 

D. Menggunakan warna berbeda pada setiap bagian tanpa perencanaan.


47. Pemerintah daerah ingin mengenalkan Batik Betawi kepada wisatawan mancanegara. Program yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah ....

A. Mengadakan pameran dengan contoh kain, demonstrasi membatik, dan penjelasan makna motif dalam beberapa bahasa. 

B. Menyimpan seluruh kain di gudang agar tetap terjaga. 

C. Menjual kain tanpa memberikan informasi tentang asal-usulnya. 

D. Membatasi pengunjung agar hanya warga setempat yang dapat melihatnya.


48. Seorang siswa akan membuat video pendek tentang Batik Betawi. Ia hanya merekam kain dari dekat tanpa narasi. Agar video lebih bermakna sebagai media pembelajaran, ia sebaiknya ....

A. Mengurangi gambar kain dan menambahkan musik saja. 

B. Menampilkan harga kain sebagai informasi utama. 

C. Menggunakan efek visual sebanyak mungkin tanpa penjelasan. 

D. Menambahkan nama motif, inspirasi, makna, dan proses pembuatannya.


49. Sebuah komunitas ingin melestarikan Batik Betawi, tetapi minat anak muda masih rendah. Program yang paling berpeluang meningkatkan minat sekaligus menjaga nilai budaya adalah ....

A. Melarang anak muda membuat desain baru. 

B. Mengadakan lokakarya, lomba desain, dan pameran yang menjelaskan makna motif tradisional. 

C. Menyimpan semua pengetahuan batik hanya untuk perajin senior. 

D. Mengganti semua motif tradisional dengan tren dari luar negeri.


50. Sekolah memiliki dana terbatas untuk proyek pelestarian Batik Betawi. Ada tiga usulan: membeli kain mahal tanpa penjelasan, mengadakan lokakarya dengan perajin lokal, atau membuat poster digital yang memuat motif dan sumber informasinya. Keputusan yang paling baik adalah ....

A. Membeli kain paling mahal karena harga menentukan nilai pendidikan. 

B. Memilih kegiatan yang paling mudah tanpa mempertimbangkan tujuan. 

C. Memilih lokakarya atau poster edukatif sesuai anggaran, lalu mengevaluasi pemahaman siswa setelah kegiatan. 

D. Membatalkan seluruh kegiatan karena dana terbatas.


D. Kunci Jawaban

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.